Berawal dari Keprihatinan, Erna Suseno Mampu Meraih Kesuksesan Melalui Batik Modern Ethnic Gendhis

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 17 Februari 2025 | 11:00 WIB
Erna Suseno, UMKM binaan BRI, merintis usaha Ethnic Gendhis ini sejak 2018, setelah ia memutuskan pensiun dini dari pekerjaannya sebagai seorang pegawai, demi mengurus keluarga. (DOK. BRI)
Erna Suseno, UMKM binaan BRI, merintis usaha Ethnic Gendhis ini sejak 2018, setelah ia memutuskan pensiun dini dari pekerjaannya sebagai seorang pegawai, demi mengurus keluarga. (DOK. BRI)

Kabar BUMN - Di awali kecintaannya terhadap seni batik dan keinginan agar batik bisa digemari generasi milenial dan Gen Z, Erna Suseno membangun brand Ethnic Gendhis.

Ethnic Gendhis yang dibangun perempuan asal Yogyakarta ini menghadirkan produk artisan batik tulis sebagai pilihan mode generasi muda.

Erna merintis usaha Ethnic Gendhis ini sejak 2018, setelah ia memutuskan pensiun dini dari pekerjaannya sebagai seorang pegawai, demi mengurus keluarga.

Baca Juga: Bersama BRI, Aroma Balee Scents Siap Menyebar ke Seluruh Dunia

Sejak berdiri tahun 2018, produk Ethnic Gendhis yang berasal dari Yogyakarta telah dinikmati konsumen dari dalam hingga luar negeri seperti Malaysia, Australia, Kanada hingga Belgia.

Selain faktor kesukaan pada seni batik, motivasi awal Erna membangun bisnis batik juga karena rasa keprihatinannya terhadap generasi muda terutama Gen Z yang kurang tertarik dengan batik.

Ia ingin berbuat sesuatu supaya anak-anak muda Gen Z bisa lebih menghargai batik dan menggunakan batik.

Baca Juga: Komitmen Dukung UMKM Antarkan BRI Cetak Laba Rp60,64 Triliun di 2024

“Saya akhirnya menciptakan batik dengan motif-motif yang menarik bagi mereka, dengan desain yang eye-catching,” jelas Erna.

Untuk ini, warna-warna yang digunakan di produk Erna menyisipkan motif tradisional, kemudian dipadukan dengan pola-pola kontemporer.

Dampak pandemi lalu, Erna juga mulai melakukan pemasaran online. Selain itu, Erna sering mencari inspirasi melalui internet dan memantau tren mode, sambil tetap mempertahankan penggunaan warna-warna yang menarik perhatian.

Baca Juga: Upaya Menjangkau Seluruh Nasabah, BRI Terapkan Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Dari bisnis kain batik dan produk turunannya, Erna mengungkapkan bahwa ia mampu meraih omzet yang cukup signifikan, dengan pendapatan bulanan yang bisa mencapai puluhan juta.

Selama membangun usaha, Erna juga menjalin kerja sama dengan UMKM lain, seperti dalam pembuatan box dan tas untuk kemasan kain batik, serta berkolaborasi dengan pembuat aksesoris, seperti kalung, yang memanfaatkan sisa-sisa kain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini