Tidak hanya memasarkan batik kepada wisatawan yang datang ke galeri mereka, Ira mulai mempromosikan produknya melalui media sosial dan menjangkau pasar digital.
Baca Juga: PT Timah Tbk Raih Penghargaan Best Overall Top 50 Emiten
Dalam perjalanannya, karena pandemi COVID-19, tempat wisata ditutup, wisatawan yang datang ke galerinya pun hampir tak ada, yang berakibat fatal bagi usaha batik Ira.
“Kami terpuruk, pengrajin dikurangi, penjualan menurun ini terjadi hampir dua tahun. Masyarakat lebih memilih makanan daripada batik," sambungnya.
Sempat merasa putus asa, Ira berusaha bangkit kembali dengan bahan baku dan bantuan permodalan dari PT Timah Tbk.
Baca Juga: Dukung Program Gotong Royong Boyong Pohon Kementerian BUMN, PT Timah Tanam 3000 Mangrove
Alhasil, Batik De Simpor kini kembali eksis, menghasilkan ragam batik yang unik dan menarik yang menjadi ciri khas dari Belitung Timur.
"Dalam setiap corak dan warna batik, ada semangat gotong royong, untuk bersatu dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik, dan menjadi tekun dalam menjalani kehidupan," ujarnya.
Ke depan, sebagai perajin batik, Ira berharap PT Timah Tbk dapat terus membantu para UMKM seperti dirinya untuk mengembangkan usaha mereka.
Karena, menurutnya, banyak memberikan dampak positif untuk UMKM.***