Kemitraan ini tidak hanya berdampak pada kelompok tani tetapi juga masyarakat Desa Badau secara keseluruhan.
Jumlah anggota kelompok meningkat dari 10 menjadi 28 orang, semuanya penduduk lokal.
“Dulu kami dipandang sebelah mata, tetapi sekarang produk kami dihargai. Bahkan, banyak warga yang tertarik untuk bergabung,” kata Zulyanti.
Dengan peningkatan produksi dan inovasi, lapangan kerja baru terbuka, dan ekonomi lokal semakin berkembang.
Baca Juga: Kisah Sukses Sepiak Belitung bersama PT TIMAH Tbk: Dari Cinderamata Lokal ke Pasar Internasional
Zulyanti memiliki visi besar membawa produk nanas Badau ke pasar internasional.
Salah satu inovasi terbaru kelompok ini adalah opak nanas berbahan dasar nanas dan singkong.
“Kami optimis produk kami mampu bersaing di tingkat global. Harapan kami, PT Timah terus mendukung kami dalam promosi dan pengembangan,” ungkapnya.
Baca Juga: PT Timah Raih Penghargaan Bergengsi Gold Rank ASRRAT 2024
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa pemberdayaan masyarakat lokal dan dukungan perusahaan dapat menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Melalui inovasi dan kerja keras, Zulyanti dan Kelompok Tani Aek Jelutung menjadikan nanas Badau sebagai kebanggaan Belitung, bahkan Indonesia.***