Dengan dukungan dari keluarga, ia memulai usaha baru dengan modal hanya Rp880 ribu dari celengan.
Baca Juga: Membidik Proliga, PBV Bukit Asam Tanjung Enim Terus Mengasah Talenta Muda
Usaha pertama yang ia jalankan adalah Berka Sari Kacang, atau disingkat Beska.
Meskipun awalnya berjalan lancar, usaha ini stagnan setelah setahun.
Hendra pun mulai mencari peluang bisnis lain yang lebih berprospek.
Baca Juga: PT Bukit Asam Tbk Tegaskan Komitmen pada Keselamatan Kerja di Bulan K3 Nasional
Membangun Beskabean Coffee
Melalui jaringan dengan pelaku Usaha Mikro Kecil & Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan, Hendra bertemu dengan seorang petani kopi asal Semendo yang memberinya biji kopi.
Dari situ lahirlah Beskabean Coffee, yang semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Baca Juga: Bukit Asam (PTBA) Tunjukkan Komitmen Kuat pada K3 di Bulan K3 Nasional
Hendra bahkan terjun langsung dalam proses pembuatan kopi untuk menjaga kualitas rasa.
"Kopi Beskabean dijual dengan harga terjangkau meskipun berkualitas tinggi," kata Hendra.
Keberhasilan Beskabean Coffee semakin melesat setelah membuka kedai pertama di ruang tamu rumah di kawasan Bina Warga Palembang.
Baca Juga: PT Bukit Asam Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Muara Enim
Usaha ini mendapatkan respons positif dari masyarakat, yang membuat Hendra yakin untuk terus mengembangkan usaha kedai kopinya.