inspirasi

Didukung KUR dan Pemberdayaan BRI, Pengusaha Wanita Sleman Sulap Kelor Jadi Aneka Olahan Pangan yang Digemari

Jumat, 23 Mei 2025 | 11:00 WIB
Berbagai produk Pawon Teges yang berbasis kelor telah mendapat tempat di hati konsumen lokal dan mulai dikenal di luar daerah. (DOK. BRI)

Kabar BUMN - Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung pengusaha UMKM melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau kembali memperlihatkan kesuksesan.

Berkat pemberdayaan BRI, Siti Fatimah, seorang pengusaha wanita sekaligus ibu rumah tangga asal Desa Hargobinangun, Sleman, sukses membangun usaha kuliner lokal, Pawon Teges.

Meskipun berskala rumahan, usaha berbasis komoditas lokal ini telah melahirkan beragam produk inovatif dan menjadi penopang utama perekonomian keluarga hingga mampu menyekolahkan anaknya berkat bisnis tersebut.

Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional 2025, BRI Mantapkan Peran sebagai Lokomotif Ekonomi Indonesia Lewat 7 Inisiatif Strategis

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menegaskan, kisah Siti merupakan contoh nyata dari keberhasilan pengusaha mikro yang mampu bangkit dan berkembang melalui pemberdayaan BRI.

“Melalui program KUR, BRI berharap dapat membantu para pengusaha memperluas skala bisnisnya dan meningkatkan kualitas produk agar lebih berdaya saing di pasar yang semakin kompetitif,” ujar Hendy di Jakarta, Jumat (23/5/25).

Kisah Siti diawali ketika ia mengikuti lomba masak olahan lokal yang diadakan Dinas Pertanian Sleman tahun 2018. Ia mengeksplorasi potensi daun kelor yang sebelumnya kurang dimanfaatkan warga sekitar.

Baca Juga: Kuartal I 2025, Portofolio Sustainable Finance BRI Tembus Rp796 Triliun, Terbesar di Indonesia

Dari situ Siti terus mengembangkan eksplorasi dan usahanya. Perlu waktu delapan bulan untuknya menemukan takaran dan resep yang pas hingga lahirlah produk perdana, yakni minuman cincau.

Namun ketika usahanya mulai tumbuh, pandemi Covid-19 menghantam. Dengan 1.000 batang kelor sudah ditanam, ia pun sudah menyewa satu tempat di food court, semuanya mendadak berhenti total karena pembatasan kegiatan.

Siti putar otak lagi, tetapi dari keterbatasan itu, ia justru menemukan peluang.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro BRI Perkuat Peran Ekonomi Kerakyatan, Jangkau Lebih dari 35 Juta Pelaku Usaha di Seluruh Indonesia

“Daun kelor yang makin banyak itu saya keringkan, lalu saya buat tepung dan teh kelor yang punya daya tahan lama, diikuti dengan produk bakso kelor dan tahu bakso kelor untuk konsumsi harian yang dititipkan ke lapak-lapak di pasar,” ujarnya.

Perlahan, berbagai produk berbasis kelor mulai mendapat tempat di hati konsumen lokal dan mulai dikenal di luar daerah.

Halaman:

Tags

Terkini