"Untuk penjualan harian, lancar, meskipun kadang ada sedikit penurunan. Alhamdulillah masih bisa dibilang lancar,” imbuhnya.
Baca Juga: Jalan-jalan ke Magelang Saat Libur Panjang, Jangan Lupa Mampir ke 7 Tempat Wisata Ini
Seiring waktu, Heddy menyadari banyak kebutuhan usaha yang harus segera dipenuhi.
Atas saran tetangga, ia pun memberanikan diri mengajukan KUR BRI.
Proses pengajuan yang cepat dan tanpa jaminan tambahan membuat Heddy berhasil memperoleh dana KUR sebesar Rp15 juta, yang seluruhnya digunakan untuk mengembangkan angkringannya.
Baca Juga: RDMP Balikpapan Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional, Begini Proses Pembangunannya
“Saya mengenal KUR BRI dari tetangga yang menyarankan saya untuk mencoba mengajukan KUR. Prosesnya cepat, satu hari langsung selesai.
"Malam itu saya pengajuan dan disurvei, besoknya saya diminta ke kantor, tanda tangan dan langsung cair.
"Dana KUR saya gunakan untuk pengadaan kerupuk, tambah meja, dan mengganti perkakas-perkakas yang sudah lama,” ungkapnya.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Siapkan 649.780 Kursi dan Catat Okupansi 53,46 Persen
Manfaat KUR pun langsung dirasakan.
Fasilitas Angkringan Moses menjadi lebih rapi, gerobak tampak lebih baik, dan peralatan baru membuat tampilan usaha semakin menarik, terutama bagi pelanggan hotel yang melintas di sekitar lokasi.
Bagi Heddy, KUR BRI bukan sekadar tambahan modal, melainkan penyelamat bagi usaha kecil seperti yang ia jalani.
Baca Juga: BULOG Apresiasi 10 Pejabat Berprestasi dalam Mendukung Swasembada Pangan 2025
Ia pun aktif merekomendasikan KUR BRI kepada rekan-rekannya yang tengah merintis usaha.