Kabar BUMN - Di tengah derasnya arus digitalisasi yang memungkinkan informasi diakses dari mana saja, peran guru tetap menjadi pilar utama dalam membentuk generasi masa depan.
Guru bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi juga penanam karakter, nilai, dan arah berpikir yang tidak tergantikan oleh teknologi.
Dari ruang-ruang belajar sederhana, semangat, kesederhanaan, dan nilai kebermanfaatan terus ditanamkan kepada anak-anak.
Baca Juga: Beli Tiket KAI di BRImo Dapat Cashback 25%, Promo Berlaku Mulai 1 Februari 2026
Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat pemberdayaan yang diusung PNM, bahwa perubahan besar kerap lahir dari langkah-langkah kecil yang dijalani dengan ketulusan dan konsistensi.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Serang, Banten.
Hikayati, perempuan tangguh binaan PNM Mekaar, menjalani peran ganda sebagai guru MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang mengajar setiap hari dengan penuh keikhlasan.
Baca Juga: Kolaborasi Pertamina dan Rutan Kebumen Sulap Pelepah Pisang Jadi Serat Bernilai Ekspor
Meski ruang belajar yang digunakan masih sangat sederhana dan hanya beralaskan lantai, semangat belajar tetap ia nyalakan untuk murid-muridnya.
Bagi Hikayati, kebahagiaan tidak diukur dari materi, melainkan dari keberhasilan anak-anak didiknya dalam membaca, menulis, dan menghafal doa-doa.
“Kami memang belajar di lantai, tapi saya selalu bilang ke anak-anak, mimpi kita harus setinggi langit,” tutur Hikayati.
Baca Juga: PT Jasamarga Transjawa Tol Bergerak Cepat Bantu Warga Bekasi Hadapi Dampak Banjir
Di balik pengabdiannya sebagai pendidik, Hikayati juga mengembangkan usaha kecil untuk membantu perekonomian keluarga.
Dukungan yang ia terima memungkinkannya tetap menjalani profesi sebagai guru dengan tenang tanpa harus meninggalkan panggilan hatinya.