Pendekatan pemberdayaan yang tidak hanya menghadirkan akses permodalan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan, menjadi kekuatan utama yang membantunya menjaga keseimbangan antara pengabdian dan kemandirian ekonomi.
Baca Juga: Etika Mengajak Anak Kecil Menonton Film di Bioskop Agar Ia Senang dan Sekitar Tak Terganggu
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa kisah Hikayati mencerminkan dampak luas dari pemberdayaan perempuan.
“Kisah Ibu Hikayati menunjukkan bahwa saat seorang perempuan diberi akses untuk berdaya, ia tetap bisa mengabdi sambil menguatkan keluarganya.
"Kami percaya, ketika seorang ibu tumbuh, dampaknya terasa sampai ke anak-anak yang ia didik dan masa depan yang sedang mereka siapkan.”
Baca Juga: One by IFG Catatkan 500 Ribu Unduhan Hingga Akhir Tahun 2025
Kisah ini menegaskan bahwa peran guru dan ketangguhan seorang ibu merupakan dua kekuatan yang saling melengkapi dalam membangun masa depan.
Dari ruang belajar yang sederhana dan usaha kecil yang dijalani dengan ketekunan, lahir generasi berilmu sekaligus keluarga yang semakin berdaya.
Guru menanamkan nilai dan harapan, sementara ibu tangguh membuktikan bahwa pengabdian dan kemandirian dapat berjalan beriringan, menjadi cahaya yang perlahan namun pasti menerangi lingkungan sekitarnya.***