inspirasi

Kisah Ibu Siti, Jadi Nasabah PNM Mekaar dari Nol hingga Kini Bisa Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:45 WIB
Ibu Siti salah satu dari 101 nasabah Mekaar yang diberangkatkan umrah oleh PNM sebagai bentuk apresiasi perjuangan mereka. (pnm.co.id)

Kabar BUMN - Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan dan menghargai setiap proses perjalanan hidup nasabah terus diwujudkan melalui berbagai bentuk apresiasi bermakna.

Hingga saat ini, PNM secara total telah melayani 22,9 juta ibu-ibu prasejahtera di seluruh Indonesia.

Salah satu wujud penghargaan tersebut diwujudkan melalui program reward umroh ke Tanah Suci, sebagai penanda atas usaha yang diperjuangkan dengan kesabaran, kepercayaan, dan dedikasi yang dibangun selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Lulusan SMA/SMK Berpeluang Masuk Bandara, Anak Usaha Garuda Indonesia Cari Security Penempatan Soetta

Pada kloter kali ini, sebanyak 101 nasabah PNM Mekaar diberangkatkan dari berbagai daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Setiap nasabah membawa kisah hidupnya masing-masing—tentang jatuh bangun usaha, doa-doa yang dipanjatkan dalam keheningan, serta harapan yang terus dijaga hingga hari ini.

Apresiasi tersebut bukanlah peristiwa sesaat, melainkan bagian dari rangkaian proses pemberdayaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Imlek 2026: Kumpulan 20 Ucapan Simpel untuk Status dan Story

Tidak hanya bagi nasabah, PNM juga memberikan ruang penghargaan kepada insan di dalamnya, termasuk para karyawan, atas peran dan pengabdian yang telah dijalani.

Sebelumnya, pada batch pertama, sebanyak 212 ibu-ibu pengusaha ultra mikro telah lebih dulu diberangkatkan ke Tanah Suci.

Langkah ini menegaskan bahwa apresiasi dimaknai sebagai penghormatan terhadap proses yang dijaga bersama, bukan semata pada hasil akhir.

Baca Juga: Jembatan Siak Nyaris Rampung, Hutama Karya Dorong Konektivitas Sumatera

Ungkapan rasa syukur salah satunya disampaikan oleh Ibu Siti Jumaidah, nasabah PNM Mekaar asal Lamongan.

Perjalanan hidupnya yang dimulai dari bekerja serabutan kini berbuah kebahagiaan, seiring kemampuannya mengasuh anak dan menjalani hari dengan lebih optimistis sejak memiliki usaha sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini