Kabar BUMN - Dari rumahnya di kawasan Kesiman Petilan, Denpasar, Bali, Ni Luh Sri Wahyuningsih, atau disapa Sri, dulu memulai usaha keripik ayam sambil menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga.
Sri bercerita, usaha keripik ayam ia rintis sejak 2017 dengan tujuan membantu menambah penghasilan keluarga tanpa meninggalkan kewajibannya di rumah.
Tanpa disadari, usaha yang dijalankannya perlahan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu di lingkungan tempat tinggalnya. Banyak yang tertarik belajar membuat keripik dan mencoba memulai usaha sendiri dari rumah.
Baca Juga: Memasuki Usia 125 Tahun, PT Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Awal 2026
Perjalanan usaha Sri, yang saat itu telah menjadi nasabah KUR BRI, mulai memasuki babak baru pada 2019 saat salah satu mantri BRI yang dikenalnya memberikan saran agar usaha yang dijalankannya dibentuk menjadi klaster usaha.
“Mantri BRI itu memberikan saran untuk membuat klaster usaha. Saya juga didampingi untuk membuat klaster dengan anggota ibu-ibu di sekitar sini, tetangga satu kompleks. Akhirnya terbentuk Klaster Kripik Ayam Biru," terang Sri.
Atas upaya Sri dan kelompoknya didukung program Klasterku Hidupku dari BRI, klaster itu kini berkembang dengan puluhan anggota aktif dan produksi ratusan kilogram setiap hari.
Sri menjelaskan, banyak sekali pendampingan dari BRI, terutama dan diawali tentang kemasan produk keripik ayamnya.
“Selain itu, kami juga mendapatkan bantuan berupa sarana dan prasarana produksi seperti kompor, alat penggorengan, hingga freezer untuk menyimpan bahan-bahan. Anggota kami juga mendapatkan fasilitas KUR BRI untuk membantu permodalan usaha dan kebutuhan rumah tangga lainnya," jelas Sri.
Tak berhenti di situ, Sri dan anggota klaster juga rutin mengikuti berbagai pelatihan yang diberikan BRI. Mulai dari pelatihan branding, packaging, hingga pemasaran.
Baca Juga: Pertamina Percepat Transisi Energi untuk Dukung Target Net Zero Emission 2060
Bahkan, Sri mengaku kalau klaster usahanya sering diajak mengikuti pameran UMKM BRI yang membuat produk mereka semakin dikenal masyarakat.
Setiap harinya, klaster ini mampu memproduksi hingga 400 kilogram keripik ayam. Keripik Ayam Biru hadir dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari kemasan eceran hingga kiloan.