PLN Kembangkan 32 Kawasan Konservasi Flora Fauna sebagai Bukti Kepedulian Lingkungan

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Rabu, 18 Agustus 2021 | 10:05 WIB
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, BUMN juga berkomitmen untuk mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan pada pilar lingkungan. Salah satunya adalah dengan usaha PLN sebagai salah satu perusahaan BUMN untuk mengembangkan 32 kawasan konservasi flora dan fauna yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, PLN menggelontorkan dana 5,2 miliar untuk mewujudkan program yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosia dan lingkungan (TJSL) dalam BUMN ini. Konservasi alam yang dilakukan PLN ini juga sejalan dengan pilar Green dalam BUMN. Dalam konservasi ini, PLN melakukan pengelolaan biosfer dengan tujuan menjaga kelangsungan hidup flora dan fauna beserta beragam genetiknya untuk memelihara ekosistem.  Salah satu contoh program konservasi yang telah dilakukan PLN adalah di wilayah Pantai Sebalang, Lampung. Pada program yang dilaksanakan oleh PLN unit Induk Pembangkit Sumatera Bagian Selatan ini, PLN melakukan konservasi untuk merehabilitasi terumbu karang di wilayah PLTU Sebalang.  “Program konservasi ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan inovasi Teknologi Kelistrikan dalam Transplantasi Terumbu Karang yang dinamakan sistem biorock. System ini memanfaatkan listrik arus lemah sehingga mampu mempercepat pertumbuhan karang hingga hampir dua kali lipat daripada kondisi normal,” ungkap Agung Murdifi selaku Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN. Agung juga menambahkan bahwa program ini telah meningkatkan tutupan terumbu karang hidup di lokasi Sebalang. Pada tahun 2016 sebelum dilaksanakannya program konservasi oleh PLN, tutupan terumbu karang hidup di lokasi Sebalang hanya 11,65%. Setelah dilaksanakan konservasi, total tutupan terumbu karang hidup naik menjadi 61% hingga tahun 2021 ini. “Dengan kegiatan konservasi ini juga meningkatkan jumlah ikan di laut yang akan berdampak pada jumlah kenaikan ekonomi bagi nelayan. Tak hanya itu, dengan adanya terumbu karang yang maka bisa mempercantik pemandangan di dasar laut yang juga akan menjadi objek wisata baru,” tutur Agung. Hal ini juga diamini oleh Sutedjo, nelayan di Pantai Sebalang. Menurutnya, kondisi terumbu karang yang semakin baik berdampak pada naiknya hasil tangkapan ikan para nelayan. Sejak program konsevasi ini dilaksanakan, tangkapan ikan terus meningkat. “Sebelum diadakan program konservasi sekali melaut hanya mendapatkan Rp100 Ribu hingga Rp200 Ribu. Setelah program konservasi penghasilan melaut meningkat menjadi Rp400 ribu hingga Rp500 ribu,” ungkapnya. Bagi PLN sendiri, program konservasi ini dapat meningkatkan kinerja pembangkit. Kondisi terumbu karang yang baik menyebabkan air laut menjadi lebih bersih, sehingga dapat mengurangi potensi gangguan pembangkit akibat sampah yang masuk di water intake PLTU.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini