Kabar BUMN - Cybercrime atau kejahatan dunia maya bisa terjadi oleh siapa saja. Cybercrime sangat berbahaya dan merugikan, karena mereka dapat mencuri informasi penting terutama kata sandi pengguna. Tak hanya sosial media, kejahatan juga bisa terjadi melalui email yang diretas oleh mereka.
Melalui email, mereka bisa mengklaim data pribadi Anda agar tidak dibocorkan dan meminta untuk membayar sejumlah uang. Sehingga mereka mengirimkan beberapa data untuk meyakinkan para korban. Apabila Anda mendapatkan pesan seperti ini (atau mungkin yang serupa), Anda dapat mengikuti tiga langkah berikut ini:
Jangan Panik
Saat Anda mengetahui bahwa email yang masuk ke akun Anda adalah penipuan, hal yang pertama dilakukan janganlah panik. Sebaiknya, Anda memastikan terlebih dahulu bahwa isi pesan yang dikirimkan apa saja yang mereka ketahui dan inginkan. Forbes mengungkapkan, peretas yang andal tidak mengirimi Anda email hanya untuk meretas.
Faktanya, peretas seperti Ransomware akan mengunci komputer dan melakukan semua kejahatan secara langsung. Jadi, jika mereka memamerkan beberapa data pribadi serta membuat ancaman, itu jelas penipuan. Bahkan apabila menemukan kecocokan dengan alamat email dan data pribadi, mungkin mudah ditebak karena alamat email mirip dengan nama asli Anda (atau apa pun). Adapun kata sandi, kemungkinan besar karena Anda satu kata sandi untuk semua.
Ganti Kata Sandi
Jika Anda menggunakan satu kata sandi untuk semua akun, jelas itu tidak aman. Oleh karena itu, Anda perlu mengubah kata sandi di semua akun Anda dan membuat kata sandi. Ubahlah dengan kata sandi yang berbeda dan unik satu sama lainnya agar lebih aman.
Namun, jika merasa ini merepotkan, tidak ada salahnya menggunakan password manager untuk memudahkan terhubung ke semua aku yang Anda miliki. Selain itu, password manager juga membantu Anda menciptakan kata sandi yang unik.
Laporkan Pelaku
Setelah itu, Anda perlu melaporkan alamat email yang terduga sebagai seorang peretas atau penipuan tanpa membuang waktu untuk membalas pesannya. Hal itu sekaligus dapat menjaga keamanan akun. Anda harus mengingat, pesan yang diterima tidak boleh dihapus, kalau perlu abadikan dengan cara screenshot untuk menyimpannya sebagai bahan bukti saat melakukan laporan tindak kriminal cybercrime ke pihak berwajib.