Sejarah Nama Daerah di Bandung yang Berawalan ‘Ci’

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Rabu, 20 Juli 2022 | 23:06 WIB

Kabar BUMN -  Kalian tahu tidak sih kalau ternyata nama di daerah Bandung kebanyakan berawalan dari ‘Ci’? Nah, ternyata itu ada sejarahnya, loh! Nama ‘Ci; tersebut diambil dari bahasa Sunda kependekan air yaitu ‘Cai’. Unik sekali bukan?

Fakta lainnya adalah kata ‘Bandung’ ternyata berasal dari bendung atau bendungan. Oleh karena itu, kota Bandung sangat identik dengan air. Oh iya, kata ‘Ci’ pada nama daerah Bandung juga berkaitan erat dengan kegiatan atau tradisi masyarakat.

Seperti halnya pada masyarakat yang tidak di daerah produksi barang dan berada di sekitaran sungai, adapun nama daerahnya yaitu Cikapundung, Cihampelas, Cinambo, dan Cipaganti. Nah berikut adalah penjelasannya.

Cikapundung

Cikapundung merupakan nama sungai yang membelah kota Bandung dan bisa dikatakan sebagai sungai terpanjang di dunia yang membelah Asia-Afrika. Tak hanya itu, Cikapundung juga berasal dari kata Ci dan Kapundung. Ci sendiri berarti sungai, sementara Kapundung adalah nama tanaman kepundung. Konon, sungai ini terdapat tanaman kepundung.

Cihampelas

Cihampelas berasal dari kata C dan Hampelas. Ci merupakan air, sedangkan Hampelas adakah pohon dengan daun kasar seperti ampelas. Cihampelas berarti air yang memiliki khasiat untuk menghaluskan kulit. Kota ini merupakan pusat belanja oleh-oleh dan juga mall yang diberi nama Ciwalk.

Cinambo

Cinambo berasal dari kata Ci dan Nambeu. Artinya, Ci adalah air dan Nambo adalah bekas dasar sungai atau menggenang. Pada awal ke-19, wilayah Cinambo ini berada di pinggir Rawa Gegerhanjuang, sementara secara geografi sebagai tempat yang memiliki kondisi dataran rendah yang berasal dari aliran sungai yang kering.

Cipaganti

Cipaganti terkenal dengan pepohonan di sepanjang jalan dan bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Tak hanya itu, diruas jalan Cipaganti bagian bawah juga terdapat sumur kecil yang letaknya di trotoar, sehingga menjadi asal muasal penggunaan 'Ci’ di jalan Cipaganti. Lalu, Paganti berarti kejadian pada masa penjajahan. Pada saat itu, pemerintah kolonial berniat memindahkan pusat pemerintahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini