Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Cacar Monyet

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Minggu, 24 Juli 2022 | 20:24 WIB

Kabar BUMN -  Cacar monyet atau monkeypox merupakan penyakit zoonosis virus langka yang terjadi di bagian terpencil Afrika tengah dan barat. Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia. Cacar monyet dapat ditularkan melalui kontak dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit atau mukosa hewan yang terinfeksi.

Penularan cacar monyet bersumber dari hewan, sehingga tak banyak yang ditularkan dari manusia ke manusia. Namun, jika penularan dari manusia ke manusia ada, itu terjadi melalui kontak dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, luka pada kulit penderita, atau obyek yang telah terkontaminasi cairan tubuh penderita.

Pada keterangan resminya, WHO menuliskan, penularan pada manusia sangatlah terbatas. Hal ini karena transmisi melalui partikel cairan pernapasan membutuhkan kontak antarmuka jangka panjang sehingga penyakit ini biasanya hanya menular kepada anggota keluarga.

Gejala Cacar Monyet

Masa inkubasi atau interval dari infeksi sampai timbulnya gejala cacar monyet biasanya 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Ruam pada kulit muncul pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Ruam ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam tersebut menghilang.

Pengobatan Cacar Monyet

Tidak ada perawatan atau pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi virus cacar monyet. Namun, wabah  ini bisa dikendalikan. Kemenkes meminta agar masyarakat tidak panik dengan pemberitaan mengenai adanya penyakit cacar monyet yang kemungkinan dapat masuk ke Indonesia.

Cara Mencegah Cacar Monyet

Kemenkes mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada dan menjaga kebersihan seperti cuci tangan dengan sabun. Selain itu, mencegah terkena cacar monyet dengan menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi jajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

Tak hanya itu, pencegahan lainnya juga bisa dilakukan menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, serta menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar. Sarung tangan dan pakaian pelindung perlu dikenakan saat menangani hewan sakit atau jaringan yang terinfeksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Terkini