Kabar BUMN - Padang juga terkenal akan tradisi dan budaya yang masih terjaga hingga sekarang. Termasuk tradisi dalam menyambut lebaran. Di Padang ada banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Minangkabau dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Tradisi dan budaya Islam sangat kental dan melekat di Padang, Sumatera Barat. Hebatnya, hingga saat ini tradisi dan budaya tersebut masih terus dijaga dan dilestarikan. Termasuk salah satunya tradisi dalam menyambut lebaran di Padang.
Masyarakat Padang dikenal memiliki solidaritas dan persaudaraan yang erat. Tak heran kalau memasuki akhir bulan Ramadan, masyarakat akan bekerja sama mempersiapkan Hari Raya Idulfitri di kampung mereka. Mulai dari menyembelih hewan, hingga memasak rendang bersama-sama.
Berikut beberapa tradisi menyambut lebaran di Padang yang menarik diketahui:
Pulang Basamo
Mudik ala masyarakat Minang disebut dengan Pulang Basamo. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh ikatan keluarga Minang yang tinggal di daerah rantau. Menariknya, para perantau saling membantu agar bisa pulang bersama. Sesampainya di kampung halaman, biasanya masyarakat desa akan menyambut kedatangan para perantau dengan antusiasme. Bahkan kerap digelar panggung hiburan untuk menunjukkan eratnya persaudaran orang-orang Minangkabau; Padang.
Manjalang Mintuo
Tradisi menyambut lebaran di Padang berikutnya adalah Manjalang. Biasanya seminggu menjelang lebaran, para istri akan berkunjung ke rumah mertua untuk bersilaturahmi, ditemani kedua orangtua atau kerabat terdekatnya. Tidak hanya itu, para istri akan membawa rantang berisi makanan khas Minang. Mulai dari rendang, sambal kue, hingga gulai daging. Tradisi Manjalang Mintuo ini menjadi simbol keakraban antara keluarga laki-laki dengan perempuan.
Kabau Sirah
Sebuah tradisi unik yang kerap dilakukan masyarakat Padang menyambut lebaran, khususnya masyarakat yang tinggal di Padang Pariaman. Kabau Sirah merupakan tradisi menyembelih kerbau bersama yang dilakukan masyarakat Padang. Nantinya, kerbau yang disembelih akan diolah menjadi beragam kuliner lezat. Salah satunya menjadi rendang yang menjadi makanan khas Padang.
Marandang
Nah, tradisi menyambut lebaran di Padang yang tak boleh dilewatkan adalah Maradang. Dalam bahasa Minang, Maradang artinya memasak rendang. Berbeda halnya dengan daerah lain, rendang khas Padang dimasak dengan suhu rendah dan waktu yang lama. Kurang lebih waktu yang dibutuhkan untuk memasak rendang sekitar 4-5 jam. Sehingga, bumbu rendang meresap sempurna. Tak heran kalau rendang pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia, kan?
Manambang
Tradisi satu ini sangat ditunggu anak-anak di Padang, yakni Menambang. Anak-anak akan berkeliling ke rumah-rumah warga secara bergelombong selepas salat Idulfitri. Selain bersilaturahmi, tujuan Menambang adalah mencari THR saat lebaran. Biasanya tiap rumah telah menyiapkan berbagai pecahan uang receh yang akan dibagikan ke anak-anak yang datang berkunjung.