Kabar BUMN - Semarang tak hanya dikenal sebagai kota dengan kuliner lezat, tapi juga memiliki destinasi wisata bersejarah yang ikonik: Lawang Sewu.
Gedung megah berarsitektur art deco ini dibangun pada 1903 dan diresmikan pada 1 Juli 1907.
Kini, bangunan bersejarah tersebut menjadi aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus salah satu objek wisata paling populer di Jawa Tengah.
Baca Juga: Puncak Sosok, Tempat Nongkrong Hits di Yogyakarta yang Yawarkan View Sunset dan City Light Menawan
Mengutip dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, Lawang Sewu merupakan karya arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Queendag.
Pada awal berdirinya, gedung ini difungsikan sebagai Kantor Pusat Kereta Api (Trem) Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).
Namun, perjalanan Lawang Sewu penuh liku.
Baca Juga: Dari Gedung Sate hingga Penjara Banceuy, Inilah Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bandung
Pada 1942, ketika Jepang masuk ke Indonesia, gedung ini diambil alih dan dialihfungsikan menjadi Kantor Riyuku Sokyoku (Jawatan Transportasi Jepang).
Salah satu sudutnya bahkan dijadikan penjara bawah tanah, tepatnya di Gedung B.
Padahal, ruangan tersebut semula digunakan Belanda untuk menyimpan cadangan air sebagai sistem pendingin.
Baca Juga: Selamat Berakhir Pekan Panjang, Ingat Ini Supaya Kembali Bekerja Besok Tetap Semangat
Sejarah kelam Lawang Sewu berlanjut pada 1945, pasca-kemerdekaan Indonesia.
Gedung ini menjadi saksi Pertempuran Lima Hari di Semarang pada 15–19 Oktober 1945, saat Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) bertempur melawan prajurit Jepang.
Artikel Terkait
Panduan Snorkeling Aman untuk Pemula, Jangan Remehkan Persiapan
Dari Gedung Sate hingga Penjara Banceuy, Inilah Wisata Sejarah Kemerdekaan di Bandung
Kuliner Malaysia Ini Sangat Mirip dengan Kuliner Indonesia Karena Tetanggaan dan Serumpun
Selamat Berakhir Pekan Panjang, Ingat Ini Supaya Kembali Bekerja Besok Tetap Semangat
Puncak Sosok, Tempat Nongkrong Hits di Yogyakarta yang Tawarkan View Sunset dan City Light Menawan