Menelusuri Gua Rancang Kencono, Bekas Markas Tentara Kerajaan Mataram di Yogyakarta yang Ditumbuhi Pohon Berusia 200 Tahun

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 26 September 2025 | 08:30 WIB
Pohon berusia lebih dari 2 abad yang berdiri tegak di Gua Rancang Kencono, Gunungkidul, Yogyakarta. (Instagram/@baim_ib1011)
Pohon berusia lebih dari 2 abad yang berdiri tegak di Gua Rancang Kencono, Gunungkidul, Yogyakarta. (Instagram/@baim_ib1011)

Kabar BUMN - Di balik keindahan alam Gunungkidul, Yogyakarta, ada sebuah destinasi wisata yang menyimpan kisah sejarah sekaligus pesona alam unik.

Namanya Gua Rancang Kencono, gua bersejarah yang dihiasi pohon raksasa berusia lebih dari dua abad.

Terletak di Dusun Mungguran II, Desa Bleberan, Playen, Gunungkidul, lokasi gua ini sangat dekat dengan Air Terjun Sri Gethuk, sehingga sering dijadikan satu paket wisata oleh para pengunjung.

Baca Juga: 5 Langkah yang Harus Dilakukan Bila Terjebak Demonstrasi atau Kerusuhan di Tempat Liburan

Dilansir KabarBUMN.com dari visitingjogja.jogjaprov.go.id, Gua Rancang Kencono diyakini sudah ada sejak zaman purba.

Hal ini diperkuat dengan penemuan berbagai artefak berusia ribuan tahun di dalam gua vertikal tersebut.

Nama “Rancang Kencono” sendiri berarti merancang sesuatu yang mulia, merujuk pada fungsi gua di masa lalu sebagai tempat persembunyian sekaligus markas tentara Kerajaan Mataram untuk menyusun strategi melawan penjajah Belanda.

Baca Juga: Mau ke Bromo? Catat, Jalur Malang dan Pasuruan Ditutup Sementara Akhir September

Ikon utama gua ini adalah Pohon Klumpit berusia lebih dari 200 tahun yang tumbuh megah di mulut gua.

Batangnya besar, menjulang tinggi, bahkan menembus atap gua, menciptakan pemandangan dramatis ketika dilihat dari dalam.

Dari dasar gua, pengunjung bisa mendongak ke atas dan menikmati cahaya yang menerobos sela-sela pepohonan, menambah kesan magis tempat ini.

Baca Juga: Ragam Kuliner Wajib Dicicipi di Taiwan, Mudah Ditemukan Sampai di Level Kaki Lima

Untuk menjelajahi gua, wisatawan perlu menuruni anak tangga menuju pohon ikonik tersebut.

Dari situ, perjalanan bisa dilanjutkan ke pelataran gua, tempat di mana tentara Mataram dahulu berkumpul dan merancang strategi perlawanan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: visitingjogja.jogjaprov.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini