Kabar BUMN - Kalau di Indonesia istilahnya jajanan pasar, masyarakat Singapura menyebutnya nyonya kueh atau nonya kueh.
Nyonya kueh merupakan kue tradisional Singapura hasil perpaduan camilan Melayu dan Peranakan.
Biasanya ukurannya kecil, rasanya bisa manis atau gurih.
Seperti juga jajanan pasar, nyonya kueh mudah ditemukan di pasar tradisional dan toko kue Singapura.
Baca Juga: Tempat Ternyaman di Depok untuk Nugas dan Me Time: Jelajahi Perpustakaan Jusuf Kalla UIII
1. Ang ku kueh
Di Indonesia dikenal dengan nama kue ku atau kue ang ku. Artinya kue kura-kura merah.
Ini kue khas peranakan. Ukurannya kecil dan berwarna merah dengan motif seperti cangkang kura-kura.
Selain merah, sekarang ada juga yang warna hijau, kuning atau cokelat.
Kalau dulu isinya kacang hijau, sekarang lebih beragam dengan durian dan cokelat.
Baca Juga: Liburan ke Pantai Kasap, Cuma di Pacitan tapi Rasanya Seperti di Raja Ampat Papua
2. Chwee kueh
Kue ini mirip kue talam. Dalam bahasa Hokkien, chwee kueh artinya cake air.
Kue ini dibawa warga Tiongkok yang datang ke Asia Tenggara pada abad ke 19.
Chwee kueh terbuat dari tepung beras dicampur air sehingga teksturnya kental seperti puding.
Setelah itu dituang ke wadah aluminium, dikukus, setelah matang atasnya diberi potongan lobak dan cabai.
Artikel Terkait
4 Ruang Terbuka Hijau di Singapura yang Banyak Dituju untuk Area Trekking
Rekomendasi Restoran Milik Chef Terkenal Dunia di Singapura
Restoran Tua di Singapura yang Usianya Lebih Tua dari Negara-Kota Tersebut
Berburu Oleh-Oleh di Singapura, Ini 6 Destinasi Belanja Terbaik yang Wajib Dikunjungi
Jelajahi Holland Village, Singapura, Kawasan Pemukiman yang Mengombinasikaan Budaya Barat dan Timur
Belum Banyak Dituju Orang, Ini Mall Kecil di Singapura yang Barang-Barangnya Terbilang Murah