Pantai Jolangkung, Tempat Wisata Cantik di Malang yang Punya Legenda Tragis

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Pantai Jolangkung, destinasi cantik di Malang yang punya nama seram. (sidita.disbudpar.jatimprov.go.id)
Pantai Jolangkung, destinasi cantik di Malang yang punya nama seram. (sidita.disbudpar.jatimprov.go.id)

Kabar BUMN - Malang memang tak pernah kehabisan pesona wisata pantai.

Namun, ada satu destinasi yang mencuri perhatian bukan hanya karena keindahannya, tapi juga karena namanya yang terdengar menyeramkan — Pantai Jolangkung, atau disebut juga Pantai Jelangkung.

Terletak di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pantai ini mudah dijangkau karena lokasinya tepat di tepi Jalan Lintas Selatan (JLS).

Baca Juga: Satu Tahun Kabinet Merah Putih, Sektor Pariwisata Kembali Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Meski sekilas tampak seperti pantai-pantai lain di pesisir selatan Malang dengan pasir putih dan air laut biru toska, Jolangkung memiliki daya tarik unik yang membedakannya.

Di sepanjang tepi pantai, berjajar bebatuan karang setinggi sekitar 50 sentimeter yang menambah keindahan panorama alamnya.

Formasi batu karang ini tidak hanya menciptakan suasana eksotis bak pantai luar negeri, tetapi juga memecah ombak besar menjadi riak yang menenangkan.

Baca Juga: Ekstrovert pun Butuh Istirahat! Ini Alasan Energi Mereka Cepat Habis

Di antara celah-celah karang, rumput laut tumbuh subur, memberikan sentuhan hijau alami yang memperkaya pemandangan pantai.

Namun, di balik keindahan alamnya, Pantai Jolangkung menyimpan kisah cinta tragis yang telah menjadi legenda masyarakat sekitar.

Dikisahkan, dahulu seorang putri kerajaan jatuh cinta pada pemuda biasa, namun hubungan mereka tak direstui.

Baca Juga: 5 Cara Menghindari Boros Kuota Internet Saat Traveling, Terutama Jika ke Luar Negeri

Dalam keputusasaan, sang pemuda memilih mengakhiri hidupnya di pantai ini, dan sang putri pun mengikuti jejaknya.

Tragedi tersebut kemudian dikenang melalui sebuah tradisi kuno bernama “jelangkung”, yang hingga kini masih dijaga masyarakat sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini