Warisan Budaya yang Tak Ternilai, Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 1 Juni 2023 | 08:00 WIB
Candi Borobudur (DOK. jatengprov.go.id)
Candi Borobudur (DOK. jatengprov.go.id)

Kabar BUMN - Agama Buddha masuk ke wilayah Nusantara sekitar abad ke-2. Ini terbukti dari adanya prasasti kerajaan-kerajaan Buddha Nusantara seperti kerajaan Sriwijaya dan kerajaan Mataram Kuno.

Jejak-jejak sejarah lainnya bisa terlihat dari banyaknya candi Buddha yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk juga Candi Borobudur.

Candi di Indonesia terbagi atas candi Hindu dan candi Buddha dengan ciri khasnya.

Baca Juga: Agar Tetap Nyaman saat Liburan, Berikut 5 Tips Datang ke Festival Lampion Waisak Borobudur 2023

Ada pun candi Buddha ciri khasnya yaitu: selalu ada patung Sang Buddha, dihiasi stupa-stupa, dihiasi relief yang punya cerita tersendiri.

Selain itu, setiap candi Buddha memiliki satu candi utama yang dikelilingi oleh candi-candi kecil lainnya.

Ini daftar beberapa candi Buddha yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Jelang Long Weekend, Penumpang Kereta Api Mengalami Lonjakan

1. Candi Borobudur
Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar yang ada di Indonesia. Lokasinya ada di Magelang, Jawa Tengah.

Dibuat pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi Borobudur terdiri atas 72 stupa, 2672 panel relief dan 504 arca Buddha.

Borobudur mengambil insiprasi dari model alam semesta yang dibangun sebagai tempat sakral untuk memuliakan Sang Buddha.

Baca Juga: Wajib, Inilah Beberapa Pakaian Basic Yang Harus Ada Di Lemari Pria

Tak heran kalau di sini setiap tahunnya menjadi tempat perayaan Waisak di Indonesia. Mereka yang datang ke sini tidak hanya penganut agama Buddha di Indonesia tetapi juga dari negara lain.

2. Candi Kalasan
Candi Kalasan berada di Desa Kalasan, Sleman Yogyakarta. Diperkirakan candi Kalasan dibangun pada abad ke 8 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran dari kerajaan Medang.

Di candi Kalasan terdapat 52 stupa, yang sayangnya beberapa sudah tidak utuh lagi. Banyak stupa-stupa kecilnya sudah hilang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: jatengprov.go.id, perpusnas.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini