Kabar BUMN - Ada kalanya ketika sedang liburan, si kecil, terutama yang masih balita, tidak lagi bersikap manis dan penurut.
Mereka tiba-tiba menangis dan marah-marah tanpa sebab, atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan tantrum.
Tantrum adalah sesuatu hal yang wajar dilakukan oleh anak kecil. Ini merupakan bagian dari proses tumbuh kembang si kecil antara umur 2-4 tahun.
Baca Juga: Latih Kemampuan Berpikir Kritis Untuk Menunjang Kinerja di Kantor
Kondisi Ini terjadi di saat mereka sulit mengungkapkan perasaan. Akibatnya akan keluar dalam bentuk berteriak, menangis, menendang atau guling-guling di lantai.
Bila ini terjadi di saat liburan dan di tempat umum, tentu anak menjadi bahan tontonan. Anda sebagai orang tua pun jadi malu.
Untuk mencegah atau meminimalisir anak tantrum, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.
Baca Juga: Aman Dilakukan, Coba 5 Cara Sehat Ini untuk Menaikkan Berat Badan
1. Cari tahu alasannya
Anak berumur 2-4 tahun masih sulit mengekspresikan perasaan mereka. Jadi cari tahu alasannya.
Liburan dan berada di tempat asing bisa jadi menciptakan perasaan insecure dan tidak nyaman. Bisa juga mereka lelah atau kelaparan. Baju basah atau terasa gatal atau kepanasan.
Jangan lupa bawa selalu mainan atau boneka, bantal yang membuat mereka nyaman dan memberi penghiburan.
Baca Juga: Tips untuk Orang Tua, Coba Ajak Anak Lakukan 3 Hal Ini saat Libur Sekolah
2. Bersikap tenang
Reaksi seorang anak akan sangat dipengaruhi sikap orang tua.
Bila orang tua marah atau ikut panik apalagi sampai memaki, tantrum akan semakin menjadi-jadi.