Baca Juga: Cara Praktis Tanam Cabai di Rumah dengan Polybag
Yang pasti, ketika memilih lokasinya, pertimbangankan saja dua syarat dasar menanam, yaitu posisi cahaya matahari dan air untuk menyiram.
Lokasi yang dekat langsung dengan sinar matahari akan membantu tanaman cepat subur. Begitu pula dengan air. Pastikan akses air cukup dekat dengan tanaman.
Bila tidak ada, harus rajin menyiraminya. Sediakan alat penyiram tanaman atau selang panjang untuk kebutuhan tersebut.
Baca Juga: Bingung Pilih Pakai Kantong Tanam atau Pot? Simak Ini Perbedaannya!
3. Kualitas tanah
Cek dulu kondisi tanah yang akan digunakan untuk berkebun. Tidak semua kondisi tanah sama. Ada jenis tanah yang berpasir, terlalu banyak lumpur atau terlalu banyak tanah liatnya.
Pengetahuan soal jenis atau tekstur tanah ini akan sangat mempengaruhi drainase dan ketersediaan unsur hara.
Unsur hara atau sering juga disebut nutrien adalah komponen penting dalam tanah untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Baca Juga: Aneka Jenis Pupuk Terbaik untuk Tanaman Hias
Untuk menambah unsur hara ini kadang bisa dilakukan dengan penambahan pupuk atau dengan sistem tumpang sari (bergantian menanam tahaman secara selang-seling).
4. Masalah hama dan hewan peliharaan
Ketika berkebun jauhkan tanaman dari hama dan hewan pengganggu. Hama besar antara lain tikus, kelinci atau binatang pengerat lainnya. Sementara hama kecil antara lain serangga dan ulat.
Untuk serangga dan ulat, perlu disiapkan cairan pembasmi hama yang bisa dibeli di pusat penjualan tanaman.***