3. Es lilin
Es lilin kadang disebut juga sebagai es mambo. Diberi nama es lilin karena bentuknya yang memanjang seukuran lilin. Es lilin awalnya berasal dari Bandung sekitar tahun 1950-an dan mulai berkembang di beberapa daerah lainya.
Awalnya es lilin dibuat dari campuran susu dan santan dan dimasukkan dalam bungkus plastik. Lalu, disimpan beberapa jam di freezer. Namun pada perkembanganya apa pun bisa jadi es lilin. Misalnya kacang hijau, ketan itam, kelapa muda atau sirup yang dicampur dengan susu.
Es lilin pun mudah dibuat sendiri di rumah. Anda tinggal membeli bungkus plastik es lilin. Lalu, buat sendiri sirupnya dan dimasukan ke dalam lemari es paling tidak selama 2 jam.
Baca Juga: 5 Minuman Khas Betawi, Mulai Dari yang Segar Hingga yang Menghangatkan
4. Es goyang
Es krim tradisional ini juga berasal dari Bandung. Disebut dengan es goyang karena untuk membuatnya, wadah es harus digoyang beberapa kali dulu sampai menjadi beku. Es ini dibuat dari santan, gula pasir, dan perasa buah-buahan.
Penjual es goyang memasukan es-nya dalam cetakan-cetakan kecil berbentuk persegi panjang. Ketika orang akan membeli gerobak akan digoyang-goyang sampai esnya menjadi beku. Baru dikeluarkan dan siap dinikmati.
Baca Juga: Mau Minum Kopi Apa Siang Ini? Selain Americano, Ini 6 Jenis Minuman Kopi Terpopuler
5. Es serut
Es serut pelangi dibuat dari batu es yang diserut dan dipadatkan dengan sebuah alat atau batok kelapa berbentuk bulat. Setelah itu diberi campuran aneka sirup warna pelangi. Pembeli bisa memilih sendiri warna yang mereka inginkan.
Dulu penjual es serut pelangi sangat mudah ditemui di dekat sekolah-sekolah dasar atau di tempat wisata. Sayangnya, keberadaannya semakin jarang ditemui.***