Kabar BUMN - Budaya antre belum mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. Entah memang belum mengerti atau pura-pura tidak mengerti, kejadian memotong antrean masih sering terjadi.
Sayangnya, tidak banyak orang yang berani menegur. Dengan alasan tidak sopan atau sungkan, orang cenderung mendiamkan mereka yang memotong antrean itu.
Atau sebaliknya, berani menegur, tapi caranya dengan emosi, marah, dan suara lantang.
Baca Juga: Tidak Hanya Aturan KAI, Etika Menggunakan Kereta Api Juga Harus Kita Pahami Agar Perjalanan Nyaman
Kebiasaan memotong antrean itu memang buruk dan mengesalkan bagi yang dipotong. Selain merugikan banyak orang juga tidak memberi contoh yang baik pada anak kecil.
Karenanya, jangan sungkan untuk menegur orang yang memotong antrean, tetapi tidak perlu juga langsung menantangnya.
Tahan emosi dan mungkin bisa mencoba beberapa langkah ini untuk mengajari orang tersebut tentang etika dan budaya antre.
Baca Juga: Ini Etika yang Harus Dipatuhi Selama Liburan di Jepang Agar Tidak Kena Masalah
1. Cek alur antrean
Sering dalam antrean jalurnya tidak jelas. Ada yang dari kiri ke kanan, atau dari kanan ke kiri. Kadang bila tempatnya sempit dan orang yang mengantre begitu panjang, bentuknya bisa berkelok-kelok.
Bila ada orang yang memotong antrean, pastikan dulu seperti apa alur antreannya. Mungkin mereka tidak sadar yang mana ujung dari sebuah atrean.
Tegur dengan baik-baik dan bilang kalau mereka memotong dan tunjukkan alur antreannya agar mereka mengambil tempat paling belakang dari antrean.
Baca Juga: Percaya Tidak, Kebiasaan Sederhana Ini Mendorong Orang Bertambah Pintar
2. Minta dukungan orang di dekat
Sebenarnya banyak orang yang tidak suka ketika antreannya dipotong tapi memilih diam. Sering karena takut dikomentari dengan 'gitu aja marah', 'biarin lah, cuma satu orang yang menyela'.
Bila ada orang yang menyela, sebelum menegur, Anda bisa mencari dukungan orang lain yang ikut mengantre. Anda bisa bertanya pada mereka yang ada di belakang Anda, 'ini ada yang menyela'.