Dilansir KabarBUMN.com dari laman resmi PSSI, dari hasil penilaian awal FIFA mencatat bahwa saat ini, permukaan lapangan JIS menggunakan sistem tipe karpet dengan pengisi 60 mm di bagian atas.
Bagian itu biasanya terbuat dari bahan jenis organik.
FIFA mengatakan ada potensi kesulitan yang akan timbul jika mempertahankan sistem seperti itu.
Kesulitan yang dimaksud FIFA itu sendiri adalah efektivitas akar yang sulit mencapai bagian alas karpet karena terhalang jarak 5 cm, antara zona akar atas dan zona akar bawah yang membuat pertumbuhan akar menjadi tidak efektif.
Lapangan dengan jenis karpet ini juga dinilai akan mempersulit proses perawatan dengan mekanisme tertentu.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir sendiri langsung gerak cepat memenuhi permintaan FIFA tersebut.
"Terkait hasil laporan kondisi JIS, FIFA menyampaikan bahwa perlu dilakukan penggantian rumput beserta pemeliharaannya."
"Kami akan langsung follow up hal ini," kata Erick Thohir.
Bukan hanya JIS, Erick Thohir mengatakan akan ada enam hingga delapan stadion yang akan disiapkan PSSI untuk jadi venue Piala Dunia U-17 2023.
"Tak hanya JIS, kita ingin ada enam hingga delapan stadion yang ada di seluruh Indonesia punya standar sesuai FIFA," pungkasnya.