Umumnya tiket model seperti ini tidak bisa ganti tanggal. Buat simulasi tanggal keberangkatan dalam beberapa pilihan. Karena tidak jarang tanggal tersebut tidak ada penerbangan atau sudah penuh.
Baca Juga: Baru Pertama Kali? Ini Tips Mudah Cara Bikin Paspor untuk Liburan ke Luar Negeri
3. Bukan low cost budget
Perlu diketahui di travel fair tiket pesawat yang dijual bukan low budget airlines, ya. Biasanya ini maskapai penerbangan besar dan terkemuka. Jadi jangan harapnya harganya semurah low budget.
Misalnya, tiket ke Singapura bila dengan low budget bisa sekitar satu juta atau tiket ke Jepang bisa Rp 4 juta. Harga itu tidak bisa didapatkan dari maskapai penerbangan reguler.
Kelebihannya, banyak fasilitas dan kenyamanan di maskapai ini yang tidak didapat di penerbangan dengan low budget.
Baca Juga: Citilink Luncurkan Penerbangan Perdana dari Jakarta Menuju Perth, Australia
Contohnya, kapasitas bagasi yang lebih besar, selama penerbangan terdapat disediakan makan, fasilitas selimut, sampai bantal untuk perjalanan panjang.
Meskipun mahal, di travel fair, harga yang ditawarkan maskapai penerbangan reguler umumnya menjadi lebih murah antara 500 ribu sampai 1 juta. Bahkan bisa lebih.
Baca Juga: Di Balik Harga Tiket yang Dijual Maskapai Budget, Banyak Poin yang Perlu Jadi Pertimbangan
4. Datang pagi hari
Sama seperti orang berburu barang diskon, datanglah pagi-pagi dan di hari pertama. Masih banyak tiket pesawat dan berbagai jenis paket travel yang dijual.
Sudah jamak pemandangan orang-orang yang berburu tiket pesawat, datang ke travel fair begitu mall atau tempat event dibuka.
Begitu acara dimulai Anda bisa langsung berburu tiket. Pilihan harga tiket, kursi, dan tanggal terbang pun masih banyak.
5. Hindari high season
High season terjadi antara bulan Desember sampai Februari. Terutama libur Natal dan Tahun Baru. Harga tiket pesawat di bulan tersebut bisa lebih mahal sampai dua kali lipat.
Bulan yang terhitung low season adalah Oktober-November, Maret-April. Beli tiket di bulan-bulan ini agar Anda bisa untung banyak.