Seperti juga Pagoda Shwedago, pagoda di Taman Alam Lumbini ini juga memiliki relik yang menyimpan peninggalan Sang Buddha. Selain itu, ada pula ribuan patung dari berbagai negara.
Walaupun tempat ini merupakan tempat ibadah umat Buddha, namun di hari-hari di luar hari ibadah, semua orang bebas masuk ke dalamnya.
Baca Juga: Menikmati Keindahan Candi Borobudur dari Tempat Favorit Para Fotografer
Pengunjung bebas untuk menikmati suasana di dalam pagoda dan juga taman yang ada di sekeliling pagoda.
Luas Taman Alam Lumbini sekitar 3 hektare. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar tiga tahun, dari 2007 sampai 2010.
Pagoda ini adalah pagoda tertinggi kedua yang berada di luar Myanmar. Oleh karena prestasinya ini, Taman Alam Lumbini mendapat penghargaan MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia.
Baca Juga: Sendratari Ramayana di Candi Prambanan Banyak Diminati Pengunjung
Jembatan Cinta
Di dalam pagoda ada satu tempat yang paling menarik perhatian pengunjung yaitu Wishing Tree.
Pohon besar dalam ruangan ini berfungsi sebagai tempat untuk minta doa yang ditulis dalam selembar kertas.
Pengunjung yang beragama Buddha boleh menuliskan permohonan mereka. Namun, ini hanya bisa dilakukan pada hari perayaan tahun baru Imlek saja.
Baca Juga: Berkunjung ke Butik Cigar di Medan, Kenali Sejarah Tembakau dan Proses Pembuatan Cerutu
Selain bisa mempelajari tentang kehidupan sang Buddha dan peribadatan umat Buddha, pengunjung juga bisa bersantai mengeliling taman. Banyak pohon hijau dan aneka bunga yang cantik.
Pengunjung bisa juga menikmati Jembatan Cinta atau dikenal dengan nama Titi Lumbini. Jembatan gantung ini panjangnya sekitar 100 meter dan berada 50 meter dari tanah.
Jembatan ini dihias dengan lentera-lentara yang sangat instagamable.