Baca Juga: Tingkatkan Layanan, KAI Sediakan Fasilitas Executive Lounge di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng
Dari hasil kerukan
Brown Canyon ini memiliki permukaan tanah berbatu-batu. Awalnya tempat ini hanyalah bukit yang rata dan tinggi.
Aktivitas pertambangan yang sudah dimulai sejak tahun 1980 secara perlahan mengubah kontur tanah di daerah sini.
Pada awal penambangan masyarakat mengunakan alat tradisional seperti palu, godam, dan cangkul saja.
Baca Juga: Spot Sunrise Terbaik Ini Ada di Dekat Kota Semarang, Akses ke Puncak Gunungnya Bisa Pakai Kendaraan
Namun, lama-lama penduduk pun menggunakan alat-alat besar untuk mengikis daerah pertambahan.
Setelah bertahun-tahun terbentuklah tebing dan lereng yang mirip dengan kondisi di Grand Canyon di Arizona.
Selain tebing-tebing yang cantik, di sini ada pula danau kecil yang juga terbentuk dari hasil penambangan.
Baca Juga: Bertransformasi, Hotel HAKA Semarang Kelolaan HK Realtindo Kini Semakin Up-Peak
Bentuknya cerukan tanah yang digali sering terkena air hujan sehingga terbentuklah danau kecil tersebut.
Walaupun airnya keruh tetapi malah menghasilkan objek cantik untuk diabadikan.
Daerah pertambangan aktif
Brown Canyon berlokasi di Desa Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang. Tempat ini cukup mudah jangkau.
Baca Juga: 6 Tempat Kuliner Legendaris Semarang
Pengunjung bisa melewati jalur Pasar Meteseh lewat Tembalang, Kedungmundu atau lewat RSUD Klipang. Tempatnya di dalam lingkungan penambahan.
Kawasan ini sebenarnya masih aktif menjadi lingkungan penambahan.Masih banyak truk-truk pasir besar yang mondar-mandir di kawasan ini.