Di sini menggunakan uli atau uang dari kepingan kayu yang ditulis sesuai nilai uangnya.
Setibanya di tempat ini pengunjung diminta menukarkan uang rupiah dengan uang uli.
Nilai mata uang uli terdiri atas 2,5 uli yang setara Rp2.500, 5 uli dengan Rp5.000 dan 10 uli setara Rp10 ribu.
Baca Juga: Hidden Gem di Semarang, Tempat Wisata Cantik Yang Belum Banyak Orang Tahu
Uang uli ini yang kemudian digunakan untuk membeli aneka makanan dan jajanan di Pasar Sawahan.
Tidak perlu khawatir menukar kebanyakan.
Bila selesai berbelanja masih tersisa mata uang uli, pengunjung bisa menukarkannya lagi dengan rupiah.
Baca Juga: Jalan-Jalan Ke Brown Canyon di Semarang yang Mirip Dengan Grand Canyon di Amerika
Konsep ramah lingkungan
Di Pasar Sawahan, makanan ditata dalam wadah dengan bahan tradisional.
Misalnya pada kendi, kendil dan bahan gerabah lain yang terbuat dari tanah liat, kayu, atau batok kelapa.
Sementara untuk bungkusannya menggunakan daun pisang guna mengurangi penggunaan plastik.
Baca Juga: 5 Kuliner Lezat yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Semarang
Beberapa makanan tradisional yang dijual bervariasi antara makanan berat dan makanan ringan.
Makanan berat antara lain sega jagung (nasi jagung) dan soto batok.
Sedangkan makan ringannya antara lain bubur candil, serabi, bubur sagu, klepon, gethuk dan cetot.