Selain menikmati kaki lima di sini juga banyak yang menjual souvenir dengan harga murah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata Gratis di Kuala Lumpur, Budget Hemat, Keseruan Didapat
Melaka Red Square
Nama Melaka Red Square diberikan karena daerah ini didominasi dengan bangunan berwarna merah.
Awalnya bangunan-bangunannya warnanya putih, setelah kedatangan kolonial Inggris, diubah jadi merah.
Di kawasan ini terdapat beberapa tempat bersejarah cantik yang bisa dikunjungi.
Baca Juga: 6 Kota Tua yang Paling Cantik di Seluruh Dunia, Tak Akan Lekang Dimakan Modernisasi
Antara lain, Museum Etnografi atau Stadhuys, yang dulunya balai kota milik pemerintah Belanda.
Ada pula Christ Church yang masih berdiri megah sejak tahun 1753.
Tak jauh dari tempat ini berdiri menara Tan Beng Swee.
Menara ini namanya diambil dari nama pedagang China yang pernah tinggal di Melaka.
Baca Juga: Tips Memilih dan Menginap di Airbnb, Alternatif Penginapan Saat Liburan Selain Hotel dan Hostel
Gereja St Paul
Di dekat Museum Etnografi terdapat salah satu gereja tertua di Asia Tenggara yaitu Gereja St Paul.
Gereja ini didirikan abad ke-15 oleh bangsa Portugis.
Pada masa pemerintah kolonial Inggris, gereja beralih fungsi jadi gudang.