Kabar BUMN - Tujuh gempa bumi dangkal berkekuatan di bawah magnitudo 5,0 mengguncang sejumlah wilayah Indonesia, dari Sumatra Barat hingga Papua, Selasa (31/10/2023) dini hari.
Sebelumnya pun gempa mengguncang beberapa daerah lain, seperti di Karangasem, Donggala, dan Garut. Singkat kata, gempa bumi termasuk sering melanda Indonesia.
Berikut informasi yang dapat KabarBUMN.com sampaikan kembali terkait seringnya Indonesia terkena gempa.
Baca Juga: Selain Berlindung Lalu Lari Keluar Bangunan, Ini Tindakan Keselamatan Saat Terjadi Gempa Bumi
Berada di lempeng tektonik
Kepulauan Indonesia yang luas sering mengalami gempa karena secara geografis berada pada daerah pertemuan batas lempeng bumi.
Terdapat sekitar 18 lempeng bumi atau disebut juga dengan lempeng teknonik di seluruh dunia.
Indonesia berada di perbatasan antara lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Laut Filina.
Posisi Indonesia yang berada pada pertemuan antara perbatasan lempeng ini memberi keuntungan tersendiri.
Yakni, daerahnya selalu subur karena memiliki banyak gunung berapi. Tetapi akibatnya daerah ini sering mengalami bencana gunung meletus dan gempa bumi.
Pertemuan lempeng di wilayah Indonesia termasuk yang paling aktif, karenanya gempa bumi pun sering melanda berbagai wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Progres Brantas Abipraya Bangun Kembali Mamuju Pasca Gempa
Pergerakan lempeng
Lantas, apa hubungan antara lempeng tersebut dengan gempa bumi?
Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari kerak bumi bebas bergerak-gerak.