Baca Juga: Catatkan Peningkatan Pendapatan, SIG Raih Laba Rp1,71 Triliun
Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajahi pulau ini melalui jalur darat dengan mengendarai sepeda motor.
Di kawasan darat, pengunjung akan menemukan hamparan rumput laut yang dibudidayakan di sekitar jembatan penyeberangan Nusa Lembongan-Nusa Ceningan atau berkunjung ke rumah bawah tanah Gala-gala.
Jika memiliki banyak waktu, wisatawan dapat menjelajahi hutan mangrove Nusa Lembongan dengan menggunakan perahu yang disewakan nelayan setempat.
Perahu yang digunakan untuk menjelajahi hutan ini berukuran lebih kecil dari perahu yang umumnya dipakai untuk mengantar wisatawan bersnorkeling.
Selama perjalanan, wisatawan akan diajak menjelajah celah di antara gugusan tanaman bakau.
Baca Juga: Ajang Temu Praktisi Digital, Pertamina Digital Expo Resmi Dibuka
Ada berbagai jenis tanaman bakau yang tumbuh di hutan mangrove Nusa Lembongan, seperti Bruguiera gymnorrhiza (lindur/bako), Avicennia lanata (api-api), Xylocarpus granatum (banang-banang), Rhizophora apiculata (bakau putih), dan Sonneratia alba (prapat).
Kegiatan berkeliling hutan mangrove dengan perahu ini menghabiskan waktu sekitar 30 menit.
Dibandingkan dengan Nusa Penida yang lebih luas dan penduduknya lebih banyak, Nusa Lembongan justru lebih maju dalam hal infrastruktur pariwisata.
Baca Juga: Liburan Ke Suwon, Kota Kecil di Korea Selatan yang Sering Jadi Lokasi Syuting Drakor
Selain itu, Nusa Lembongan memiliki banyak pilihan fasilitas akomodasi dengan spesifikasi dan harga yang sangat beragam.
Oleh sebab itu, wisatawan lokal dan asing lebih banyak menjadikan pulau ini sebagai destinasi wisata mereka.