Kabar BUMN - Setiap daerah di dunia tentu memiliki kepercayaan atau budaya masing-masing.
Di Indonesia misalnya, saat ada acara besar seperti pernikahan, beberapa kelompok masyarakat akan memakai jasa pawang hujan untuk mencegah hujan turun agar acara berlangsung lancar.
Sementara di Jepang, ada boneka pencegah hujan yang dinamakan Teru Teru Bozu.
Baca Juga: Cari Lowongan Magang di BUMN? PT PELNI (Persero) Sedang Buka Lowongan di Bagian Pengembangan Bisnis
Masyarakat di sana percaya jika mereka menggantung Teru Teru Bozu, maka cuaca esok hari akan cerah.
Secara harfiah, kata Teru berarti bersinar atau menjadi cerah, sementara Bozu berarti biksu Buddha.
Menurut kabar yang beredar, zaman dahulu pendeta Buddha dikisahkan memiliki kemampuan membuat hujan.
Sedangkan kepala Teru Teru Bozu tidak memiliki rambut, sehingga terlihat seperti kepala biksu.
Teru Teru Bozu umumnya berwarna putih.
Sekilas, bentuknya tampak seperti tokoh kartun hantu Casper.
Ketika berharap cuaca cerah, Teru Teru Bozu akan digantung di luar pintu dan jendela.
Untuk membuat Teru Teru Bozu, diperlukan beberapa bahan seperti kertas tisu dan karet gelang.
Tisu juga dapat diganti dengan kain putih atau handuk berwarna putih.