ragam

Penampilan Santa Claus Sebagai Bapak Natal di Tiap Negara Ternyata Berbeda-Beda. Kenapa, Ya?

Minggu, 24 Desember 2023 | 11:30 WIB
Ded Moroz adalah figur mitologi bangsa Slavia, kadang sering juga dianggap sebagai tukang sihir. (eg.ru)

Ia selalu membagi-bagikan kado pada anak kecil di hari Natal.

Bila Santa Claus berbaju merah, Julenissen menggunakan baju abu-abu. Janggutnya pun abu-abu.

Baca Juga: Kota-kota Cantik yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan di Eropa Menurut Para Ahli

Belanda
Sebelum Santa Claus dikenal anak-anak Indonesia, Sosok Sinterklass sudah lebih dulu muncul.

Bapak Natal versi Belanda ini lebih dikenal orang-orang Indonesia generasi tua.

Bisa jadi karena pengaruh Belanda yang cukup kuat di Indonesia.

Sosok Sinterklass terinspirasi St Nicholas, santa pelindung anak-anak.

Baca Juga: 6 Hidangan Natal Khas Indonesia yang Dipengaruhi Menu Makanan dari Belanda

Dia bertubuh tinggi, menggenakan jubah merah dan berjanggut putih.

Bukannya rusa, Sinterklass berkeliling dengan kuda putih.

Ia mengetuk rumah penduduk untuk memberi kado pada anak kecil yang baik.

Anak yang bandel akan dirantai oleh Grumpus, pengawal Sinterklaas.

Baca Juga: Pohon-pohon Teh Berusia Satu Abad di Kebun Teh PTPN 6, Peninggalan Belanda yang Masih Berproduksi dan Melegenda

Sosok Santa Claus versi Spanyol diwakili Tiga Orang Majus: Melchor, Gaspar, dan Baltasar. (spanishinvallodid.com)

Spanyol
Sosok Santa Claus versi Spanyol diwakili Tiga Orang Majus: Melchor, Gaspar, dan Baltasar.

Halaman:

Tags

Terkini