Nama Beringharjo diberikan setelah Sri Sultan Hamengku Buwono VIII bertakhta pada tanggal 24 Maret 1925.
Pasar Beringharjo, salah satu pasar tradisional di Yogyakarta yang puunya banyak kuliner lezat. (Instagram/@vano.thriftshop)
Sri Sultan Hamengku Buwono VIII memerintahkan agar semua instansi di bawah naungan Kesultanan Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa.
Kemudian dipilihlah nama Beringharjo yang artinya wilayah yang semula hutan beringin (bering) yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan (harjo).
Nama ini dinilai tepat lantaran ohon beringin merupakan lambang kebesaran dan pengayoman bagi banyak orang.