Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab desa Penglipuran dikenal sebagai Desa Kubu Bayung (orang Bayung yang tinggal di wilayah Kubu).
Orang Bayung yang tinggal di wilayah Kubu semakin banyak dan akhirnya mereka membentuk desa sendiri yang lepas dari kewajiban sebagai warga Bayung Gede.
Mereka kemudian membangun tempat suci sendiri bernama Pura Kahyangan Tiga.
Selalu jadi tujuan para wisatawan, desa Penglipuran Bali merupakan salah satu desa yang dinobatkan sebagai desa terbersih di dunia.
Tak hanya itu saja, desa Penglipuran juga berhasil menyabet beberapa penghargaan diantaranya Kalpataru, ISTA (Indonesia Sustainable Tourism Award) pada tahun 2017.
Serta masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.
Sebagai desa adat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur nenek moyang, tata ruang desa Penglipuran mengusung patokan adat yang sudah turun temurun.
Desa Penglipuran mengusung konsep Tri Mandala, di mana tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.
Pembagian wilayah tersebut diurutkan dari wilayah paling utara hingga paling selatan.
Di wilayah utara, ada Utama Mandala.
Wilayah ini merupakan tempat suci atau tempat para dewa, yang juga tempat beribadah didirikan.
Di bagian tengah, ada zona yang disebut sebagai Madya Mandala.