Seperti pameran mural, pertunjukan BMX, skate board, tarian lawet, dan tari ebeg.
Selama bulan Ramadan digelar Festival Takjil.
Berbagai tenant UMKM menjajakan berbagai menu khas berbuka di Moro Soetta.
Selain itu, kawasan ini juga dibuat menjadi pusat belanja.
Ada banyak toko pakaian dan souvenir yang dibuka sepanjang jalan ini.
Tepat di depan pasar Tumenggungan, Moro Soetta diubah untuk pusat kulineran.
Baca Juga: Sungai Bedegolan, Tempat Wisata Viral di Kebumen yang Mirip Sungai Aare di Swiss
Paling tidak ada sekitar 29 tenant yang menyediakan aneka makanan dan minuman.
Tempat makannya dibuka malam hari dari jam 18.00 sampai jam 00.00 WIB.
Setiap malam minggu selalu ada hiburan musik bagi pengunjung yang datang.
Baca Juga: Hidden Beach Kebumen, Pantai Gebyuran Cocok untuk Menikmati Senja di Tepi Laut
Ada penjual kuliner khas Kebumen seperti nasi penggel, soto tahu kebumen, dan sate ambal.
Tersedia pula kopi dan minuman lainnya. Sebagian besar milik UKMK dengan harga terjangkau.***