Lokasi embung terpencil dan masih alami. Di dekatnya terdapat pemancingan ikan nila dan ikan bawal.
Selain itu, di Desa Lerep juga terdapat Watu Gunung. Kolam renang yang airnya berasal dari mata air.
Airnya terasa dingin dan sejuk, sementara suasanya khas Jawa, lengkap dengan peralatan gamelan.
Di Watu Gunung juga terdapat restoran dan coffee shop.
Kuliner jadul
Kalau sudah puas berwisata alam di Desa Lerep, bisa lanjut wisata kuliner.
Tempatnya di Pasar Kuliner Desa Wisata Lerep. Pasar ini buka setiap Minggu Pon.
Di Pasar Kuliner Dewa Wisata buka sejumlah gubuk yang menjual aneka makanan tradisional.
Baca Juga: 5 Destinasi Menarik di Kota Lama Semarang yang Wajib Banget Dikunjungi, Little Netherland yang Tertinggal
Uniknya, alat pembayarannya dari koin kayu. Pembeli harus menukar uang rupiah dengan koin kayu dulu.
Semua penjual di pasar ini menggunakan pakaian tradisional untuk menambah kesan tradisional.
Kuliner khas Jawa yang langka dijual di sini, seperti sego iriban, sego tonjok, krowo, sego onyek, dan kopi ceplus.
Baca Juga: Boemisora, Tempat Healing di Semarang yang Berhawa Sejuk dan Asri
Sego iriban adalah kuliner khas Desa Lerep yang berisi nasi dengan campuran beberapa jenis daun.
Yakni, daun singkong, daun kopi, dan daun lainnya yang dimasak dalam batang bambu muda.
Setelah itu dibakar di atas bara api.