Kabar BUMN - Pada Rabu (2/2) lalu, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia secara resmi mulai melayani penerbangan khusus kargo Denpasar - Narita, Jepang. Penerbangan ini akan terhubung langsung dengan penerbangan kargo dari Manado. Pada layanan perdana penerbangan khusus tersebut, Garuda Indonesia mengangkut sedikitnya 17 ton komoditas unggulan Bali yaitu produk perikanan, khususnya ikan tuna dan ikan hias serta kargo umum lainnya. Penerbangan tersebut dilakukan dengan armada A330-300 yang memiliki kapasitas angkutan hingga 40 ton pada setiap penerbangannya.
Irfan Setiaputra, selaku Direktur Utama Garuda Indonesia, mengatakan bahwa layanan penerbangan rute khusus Denpasar – Narita tersebut merupakan pengembangan dari rute Manado – Narita yang telah dilayani sejak akhir tahun 2020 lalu. Layanan ini juga merupakan bentuk komitmen Garuda Indonesia untuk mendukung daya saing komoditas unggulan nasional, khususnya Indonesia Timur dan sekitarnya yang dikenal dengan keunggulan produk kelautannya.
“Di tengah berbagai langkah pemulihan kinerja yang saat ini terus kami intensifkan, pengembangan lini bisnis kargo merupakan fokus bisnis yang terus kami optimalkan, khususnya dalam melayani kebutuhan masyarakat. Sebagai national flag carrier tentunya menjadi komitmen kami untuk senantiasa berada di garda terdepan dalam mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi, khususnya di berbagai kota destinasi Garuda Indonesia,” papar Irfan.
Lebih lanjut lagi, Irfan menjelaskan “Sebagaimana yang kita ketahui, Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan tujuan ekspor ikan tuna terbesar di dunia. Tentunya hal ini menjadikan Bali memiliki peran yang sangat strategis dalam ekspor komoditas perikanan nasional mengingat Bali merupakan salah satu penghasil ikan tuna terbesar di Indonesia.”
Selain itu, pembukaan layanan penerbangan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing kualitas produk komoditas ekspor.
"Pembukaan layanan penerbangan khusus kargo Denpasar – Narita ini kami harapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan daya saing kualitas produk komoditas ekspor dengan proses pengiriman melalui kargo udara yang lebih cepat, khususnya untuk produk unggulan seperti hasil perikanan yang memerlukan kecepatan waktu dan proses pengiriman guna menjaga kualitas kesegaran komoditas sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih kompetitif di kancah global,” tambah Irfan.
Sejalan dengan itu, Wayan Koster, selaku Gubernur Bali, juga menyambut baik dan mengapresiasi pembukaan penerbangan khusus kargo dari Denpasar menuju Narita oleh Garuda Indonesia ini. Menurutnya, hal ini dapat membantu meningkatkan kualitas ekspor bagi pulau Bali, salah satunya ekspor produk lokal Bali khususnya ke Jepang dapat terlaksana secara optimal.
“Potensi ekspor produk pertanian, perikanan dan industri lokal branding Bali cukup tinggi dan sangat diminati oleh para buyer di luar negeri. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak termasuk Garuda Indonesia khususnya dalam memperlancar logistik sehingga produk-produk tersebut di atas memiliki daya saing yang tinggi dan dapat sampai ke buyer tepat pada waktunya,” jelas Koster.
“Dengan dibukanya jalur penerbangan kargo dari Bali ke Jepang diharapkan ekspor Bali ke Jepang dapat meningkat. Harapan kami dengan adanya acara Pelepasan Penerbangan Kargo dari Bali ke Jepang dan negara tujuan ekspor lainnya akan dapat memulihkan dan mengembalikan denyut nadi perekonomian nasional, khususnya Bali yang terpuruk akibat Covid-19, dengan tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di tengah-tengah aktivitas masyarakat yang sudah mulai produktif,” ungkap Koster.
Lebih lanjut Irfan menjelaskan, "Kami meyakini langkah pemulihan kinerja yang saat ini tengah Garuda akselerasikan tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan ekosistem ekonomi yang solid, salah satunya adalah pelaku ekonomi daerah. Oleh karenanya, membawa misi tumbuh bersama dalam langkah akselerasi kinerja menjadi fokus utama yang akan terus kami kedepankan dalam memastikan kiprah kami sebagai national flag carrier senantiasa selaras dengan mandat negara dalam berperan aktif dan berkontribusi optimal dalam pembangunan bangsa,” tutup Irfan.