ragam

Do’s and Don’ts Saat Naik KRL Jogja-Solo

Senin, 18 April 2022 | 08:33 WIB

Kabar BUMN -  Sejumlah pekerja memilih menggunakan KRL Jogja-Solo untuk pergi-pulang kerja. Alasannya, naik KRL ke kantor jauh lebih praktis dan hemat waktu. Pastinya bebas dari kemacetan.

Sudah setahun Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja-Solo resmi beroperasi. Dalam kurun waktu setahun, KRL Jogja-Solo sudah melayani sekitar 2 juta penumpang. Tentu saja pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa antusiasme masyarakat menggunakan KRL Jogja-Solo cukup tinggi.

Dioperatori PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), KRL Jogja-Solo diharapkan dapat selalu meningkatkan kualitas layanan terbaik agar penumpang KRL merasa nyaman dan aman.

KRL Jogja-Solo melewati 11 stasiun, dengan keberangkatan dari Stasiun Tugu Yogyakarta menuju pemberhentian akhir Stasiun Solo Balapan (PP). Beberapa stasiun yang dilewati KRL Jogja-Solo: Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, serta Stasiun Solo Balapan; dan sebaliknya.

Jika Anda tertarik, tarif perjalanan KRL Jogja-Solo sebesar Rp8.000 untuk sekali perjalanan. Khusus untuk pembayaran tiket KRL Jogja-Solo bisa menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), KAI Commuter, atau uang elektronik, seperti e-money dari Mandiri, BRIZZI dari BRI, BNI Tap Cash, atau Flazz BCA.

Do’s and Don’ts di dalam KRL Jogja-Solo

Bagi Anda yang baru pertama kali naik KRL Jogja-Solo, ada beberapa aturan atau do’s and don’ts yang perlu diperhatikan. Tujuannya agar perjalanan selama naik KRL menjadi lebih aman dan nyaman. Berikut aturan naik KRL Jogja-Solo yang perlu ditaati:

Taat protokol kesehatan

Di masa pandemi COVID-19, menerapkan protokol kesehatan adalah hal wajib. Selalu cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, serta melakukan pengukuran suhu tubuh saat dan setelah naik KRL Jogja-Solo.

Barang bawaan tidak terlalu besar

Hindari membawa barang bawaan yang terlalu besar. Ukuran maksimal barang bagasi adalah 100 cm x 40 cm x 30 cm. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu pengguna KRL lainnya.

Dahulukan penumpang yang turun

Demi keamanan, selalu tunggu KRL di peron dan berdiri di belakang garis kuning. Dahulukan penumpang KRL Jogja-Solo yang akan turun, agar tidak saling bertabrakan dan bikin kerumunan di pintu kereta.

Utamakan pengguna prioritas

Beri kursi prioritas yang terletak di bagian ujung setiap gerbong kepada penumpang lanjut usia, penyandang disabilitas, ibu membawa anak dan wanita hamil.

Halaman:

Terkini