ragam

1.200 Umat Buddha Ikut Peringati Detik-detik Waisak di Candi Borobudur

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:01 WIB

Kabar BUMN -  Sebanyak 1.200 umat Buddha turut mengikuti detik-detik Waisak di pelataran Candi Borobudur. Para umat mengikuti detik-detik Waisak dengan meditasi yang dipimpin Biksu Wongsin Labhiko Mahathera dan pemukulan gong sebanyak tiga kali di bawah terik matahari.

Tema peringatan Waisak tahun ini adalah Waisak 2566 BE. Ketua Umum Walubi Hartati Murdaya menjelaskan, tema tersebut memiliki arti Jalan Kebijaksanaan Menuju Kebahagiaan Sejati atau kehidupan yang dipenuhi oleh ego sehingga manusia selalu terjebak dalam pertengkaran.

“Arti tema Waisak 2566 BE yaitu: manusia perlu merasakan nikmatnya hidup dengan penuh kesabaran dan memperoleh kekuatan kebijaksanaan yang berguna bagi orang lain, berwelas asih, menjadi orang yang berguna," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Permabudhi Philip K. Widjaja mengatakan, Waisak tahun ini diadakan setelah pandemi COVID-19 yang Panjang. Umat saat ini bisa berjumpa kembali di Candi Borobudur yang megah. “Walubi telah kerja keras untuk mewujudkan acara ini dan mengajak Permabudhi bersama-sama untuk bisa menikmati keceriaan Waisak, menikmati kebahagiaan Waisak,” terangnya.

Sementara itu, Zainut Tauhid Sa'adi selaku  Wakil Menteri Agama mengatakan, peringatan Tri Suci Waisak menjadi momentum yang tepat bagi umat Buddha di seluruh dunia untuk mengingat kembali pada tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama. “Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak semoga berkah penerangan dan kebijaksanaan menghiasi kehidupan kita bersama,” ucapnya.

Dalam peringatan Waisak ini, Biksu Wongsin Labhiko Mahatera mengaku gembira karena pada bisa kembali menggelar secara langsung di Candi Borobudur. "Ini hanya mini Waisak saja belum full (penuh). Namun, malam ini masih ada sembahyang dan pelepasan lampion," jelasnya.

Meski Candi Borobudur digunakan untuk peringatan Hari Waisak, Candi ini tetap dibuka untuk wisatawan. Namun, wisatawan tidak bisa sepenuhnya menikmati Candi Borobudur. Karena salah satu bagian pelataran digunakan untuk memperingati Waisak, yakni di Lapangan Kenari.

Mengenai hal ini, pihak PT Taman Wisata Candi Unit Borobudur (TWC) menerangkan, pihak Candi Borobudur telah menempatkan petugas untuk membatasi antara wisatawan dan umat Buddha. Hal ini dilakukan agar kegiatan Waisak dapat berjalan dengan lancar.

Tak hanya itu, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Edy Setijono berharap momentum Waisak ini bisa mengembalikan geliat dunia pariwisata di Borobudur dan Magelang, Jawa Tengah. "Kami sangat senang sekali karena disamping menghidupkan lagi destinasi tapi juga menghidupkan ekonomi kawasan ini. Mari kita jaga momentum ini agar sektor pariwisata tetap bisa bertahan," tutupnya.

Terkini