Kabar BUMN - Pasti tidak asing kan dengan istilah healing? Ya, seperti yang kita ketahui bahwa saat ini dikalangan anak muda sedang hits sebuah istilah yaitu “healing”, biasanya istilah ini digunakan kepada mereka yang sedang mengobati dirinya dari masalah yang sedang terjadi. Menurut terjemahannya sendiri, healing dalam Bahasa Indonesia adalah penyembuhan.
Ternyata bukan hanya manusia saja yang bisa healing, tapi beton juga bisa healing, loh!. Lalu seperti apa healing pada beton dan bagaimana caranya? Nah, PT Brantas Abipraya membagikan tentang healing pada beton.
Beton dikenal memiliki kekuatan yang baik. Namun, beton juga sama seperti bahan bangunan lainnya yang dapat mengalami kerusakan. Contohnya adalah retak atau pecah. Kerusakan ini biasanya disebabkan oleh suhu lingkungan, kelembaban udara yang tidak stabil, dan faktor lainnya.
Hebatnya beton, ternyata dia dapat melakukan healing atau menyembuhkan dirinya sendiri dengan bantuan mikroba. Inovasi ini dikenal dengan nama bio concrete. Mikroba yang berperan disini adalah Bacillus SP dan Sporosarcina SP yang dimasukan ke dalam beton. Mikroba yang digunakan ini akan memproduksi suatu senyawa yang mampu mengisi keretakan pada beton.
Lebih lanjutnya, proses self-healing pada bio concrete menggunakan teknik enkapsulasi yang berfungsi untuk mengisolasi bakteri (healing agent) di dalam sebuah beton. Metode ini bekerja apabila terjadi keretakan pada beton yang memicu kerusakan kapsul pada bakteri di sekitar area keretakan.
Setelah itu, bakteri terlepas menuju pada bagian beton yang retak, sehingga memicu mekanisme self-healing karena bereaksi dengan oksigen (O2), kelembaban, dan suhu. Ternyata, healing pada beton ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu pada penggunaan bio concrete lebih resisten terhadap perubahan resisten terhadap suhu yang fluktuatif dan korosi.
Sementara kekurangannya yaitu hanya berlaku di retakan-retakan dalam karena proses penimbunan CaCO3 dari bakteri tidak akan sampai ke permukaan beton, sebab bakteri itu akan mati jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung. Kelebihnnya lagi yaitu, beton memiliki dari hasil pengujian.
Tekanan beton membuktikan bahwa self-healing concrete menghasilkan kuat tekan 10,21% lebih besar dari kuat tekan beton normal dengan komposisi tertentu. Sementara, kekurangannya yaitu biaya pembuatan bio concrete ini 7,28% lebih mahal daripada pembuatan beton konvensional.
Selanjutnya, keuntungan self-healing concrete adalah dapat mengurangi biaya perbaikan beton. Kekurangannya yaitu, dari sei kesehatan, bakteri yang tumbuh dalam bio concrete tidak baik bagi kesehatan manusia serta atmosfer lingkungan bisa melebihi batas tertentu.