Kabar BUMN - Masyarakat dihebohkan dengan fenomena gelombang panas yang terjadi di beberapa negara. Kondisi tersebut memunculkan berbagai macam spekulasi, apakah Indonesia akan menjadi negara berikutnya yang mengalami gelombang panas akibat suhu yang tinggi?
Belum lama ini heboh fenomena gelombang panas yang menyerang ibu kota negara Argentina, Buenos Aires. Fenomena gelombang panas menjadikan Argentina sebagai tempat paling panas di Bumi. Hal ini disebabkan karena suhu udara di Argentina mencapai rata-rata di atas 40 derajat Celcius.
Sebelum di Argentina, ternyata fenomena gelombang panas sudah melanda beberapa negara di dunia. Sebut saja yang paling belum lama terjadi di 2022, gelombang panas sudah terjadi di Uruguay dan Australia, dengan suhu maksimum masing-masing 44 derajat Celcius dan 50 derajat Celcius.
Definisi Gelombang Panas dan Dampaknya
Termasuk masalah lingkungan serius, gelombang panas adalah periode cuaca panas yang tidak biasa dan umumnya berlangsung selama dua hari atau lebih. Terjadinya gelombang panas ditandai dengan suhu maksimum harian melebihi suhu maksimum rata-rata sebesar 5 derajat Celcius atau lebih.
Suhu sangat tinggi dan berkepanjangan saat gelombang panas berbahaya bagi keberadaan seluruh makhluk hidup. Paparan panas yang ekstrem bisa menyebabkan heat exhaustion, yakni kondisi di mana suhu tubuh naik menjadi 37-40 derajat Celcius. Kondisi ini ditandai dengan rasa mual, pusin, sakit kepala, mudah lemas, dan keringat berlebih.
Jika suhu panas ekstrem berlangsung panjang, nantinya akan menyebabkan seseorang mengalami heatstroke. Tidak dalam waktu lama, heatstroke menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh dan berisiko menyebabkan kematian.
Sebut saja salah satu fenomena yang cukup ekstrem adalah gelombang panas yang terjadi di Amerika Serikat pada 1988. Fenomena gelombang panas dan kekeringan tersebut menewaskan lebih dari 4.000 orang!
Indonesia Mengalami Gelombang Panas?
Munculnya fenomena gelombang panas di beberapa negara di dunia membuat banyak orang khawatir, termasuk masyarakat Indonesia. Terlebih lagi, beberapa bulan terakhir cuaca di beberapa wilayah Indonesia terasa lebih panas dibandingkan biasanya.
Akhirnya, perubahan suhu tersebut memunculkan berbagai macam spekulasi di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah anggapan Indonesia menjadi negara berikutnya yang mengalami gelombang panas. Benarkah demikian?
Kabar baiknya, isu fenomena gelombang panas Indonesia dibantah langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG mengatakan jika suhu panas yang beberapa bulan ini terjadi di Indonesia bukan akibat gelombang panas. Melainkan sebagai penanda datangnya musim kemarau di beberapa wilayah di Indonesia.
Sedikit lega membaca pernyataan tersebut, bukan?