ragam

Geopark vs Taman Nasional, Apa Perbedaannya?

Selasa, 14 Juni 2022 | 16:00 WIB

Kabar BUMN -  Banyak yang mengira, geopark dan taman nasional adalah dua hal yang sama. Padahal ada perbedaan yang sangat mudah dikenali di antara keduanya. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.

Wisata geopark semakin populer di kalangan masyarakat. Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang menganggap geopark dan taman nasional adalah dua tempat yang sama. Meskipun sama-sama “konservasi”, namun ada perbedaan yang cukup jelas antara geopark dengan taman nasional.

Secara garis besar, taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang berfungsi melindungi habitat flora, fauna, dan beserta ekosistem yang ada di dalamnya. Biasanya, taman nasional digunakan untuk keperluan penelitian, pengetahuan, pendidikan, serta pariwisata dan rekreasi.

Sementara itu, geopark tidak hanya untuk konservasi flora dan fauna. Kawasan geopark biasanya memiliki unsur warisan geologi seperti bebatuan, pegunungan, danau, serta berbagai warisan alam lainnya. Karena memiliki unsur geologi terkemuka, masyarakat memiliki peran penting melindungi geopark di Indonesia.

Banyak keuntungan yang didapatkan dari pengembangan geopark di Indonesia. Mulai dari pengembangan wilayah, peningkatan ketahanan masyarakat dari bencana, mendidik masyarakat untuk saling menghormati budaya yang beragam, serta memberi peluang pekerjaan bagi masyarakat yang berada di sekitar wisata geopark.

Keindahan Geopark di Indonesia

Untuk menjadi sebuah “geopark”, setiap tempat harus memiliki tiga unsur utama, yaitu geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity. Nantinya, UNESCO akan memberikan penghargaan khusus kepada beberapa geopark terbaik dengan gelar UNESCO Global Geoparks (UGG).

Kabar baiknya, ada beberapa geopark di Indonesia yang telah dinobatkan sebagai UNESCO Global Geoparks. Salah satunya Geopark Batur, memiliki kaldera ganda dan danau yang terbentuk dari letusan besar gunung berapi. Berkat keindahannya, Geopark Batur mendapatkan gelar UNESCO Global Geoparks pada 2012.

Geopark Gunung Sewu turut berhasil diakui sebagai UNESCO Global Geoparks pada 2015. Selain menyimpan kekayaan arkeologis warisan budaya masa lalu, Geopark Gunung Sewu memiliki sekitar 40 ribu deretan bukit karst. Keunikan tersebut menjadikannya sebagai kawasan karst terpanjang di Jawa.

Tidak sampai di situ, geopark di Indonesia yang berhasil ditetapkan sebagai UNESCO Global Geoparks berikutnya adalah Geopark Ciletuh. Berlokasi di Sukabumi, Jawa Barat, Geopark Ciletuh dikelilingi hamparan bebatuan alam berusia ratusan tahun. Ditambah lagi, Geopark Ciletuh memiliki pantai dan air terjun yang menawan.

Selain ketiga geopark di atas, sebenarnya masih ada beberapa geopark di Indonesia yang berhasil dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark berkat keindahan alam, yakni Geopark Gunung Rinjani dan Geopark Danau Toba.

Bahkan, baru-baru Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mengupaya Geopark Ijen masuk dalam jajaran UNESCO Global Geopark, berkat keindahan dan keunikan alam yang dimilikinya.

Setelah membaca penjelasan di atas, tentu membuat Anda semakin penasaran dengan keindahan geopark di Indonesia, bukan?

 

Terkini