ragam

Sejarah dan Keunikan Motif Batik Blitar

Rabu, 15 Juni 2022 | 11:04 WIB

Kabar BUMN -  Belum lama ini masyarakat Indonesia dibuat kagum dengan penampilan salah satu pebasket NBA yang menggunakan batik Blitar. Berbeda dengan batik lainnya, batik Blitar memiliki ciri khas yang unik dan sangat menarik. Seperti apa keunikannya?

Batik Indonesia semakin mendunia. Salah satu bukti terbaru bisa dilihat unggahan pebasket NBA, Justin Holiday di media sosial yang memamerkan fotonya saat menggunakan batik khas Blitar, Jawa Timur. Batik yang dipesan Justin Holiday memiliki motif yang indah, serta merepresentasikan Indonesia dan Blitar.

Membahas tentang batik Blitar, sudahkah Anda mengenali sejarah dibuatnya batik Blitar secara menyeluruh? Siapa sangka, di balik keindahannya tersimpan sejarah batik Blitar yang sayang dilewatkan.

Konon, batik Blitar lahirnya sejak 1902, dibarengi dengan berkembangnya kreativitas masyarakat Jawa khususnya Blitar. Kala itu, masyarakat mendapatkan kebebasan dalam berkreasi dan melakukan kegiatan seni membatik. Terlebih lagi, saat itu banyak pedagang keturunan Tionghoa yang menyediakan bahan baku membatik.

Setiap ukiran batik yang dibuat menggunakan motif tumbuhan dan binatang. Bukan tanpa alasan, pemilihan motif tersebut merupakan simbol atau sindiran untuk para penguasa dan kalangan kelas ndoro pada masa penjajahan Belanda.

Kala itu, pembuatan motif batik masih terbatas pada cerita wayang Beber, dan digunakan sebagai hiasan dinding. Namun seiring berjalannya waktu, semakin banyak kain batik Blitar yang digunakan untuk menyampaikan nilai dan nasihat mendalam melalui motif dan simbol yang dibuat.

Ciri Khas dan Keunikan Motif Batik Blitar

Sama halnya dengan daerah lainnya, batik khas Blitar juga memiliki ciri khas dan keunikannya tersendiri. Salah satu ciri khas batik Blitar yang paling terlihat adalah warna kain batik yang cenderung gelap. Seperti hitam, cokelat, merah tua, hijau maupun biru tua.

Kemudian, ornamen dan motif yang digambarkan menampilkan kekayaan alam Blitar. Baik dari segi perikanan, tumbuhan, dan sumber daya alam khas Blitar. Hal ini bisa dilihat dari beberapa batik yang menggunakan motif ikan koi, ikan gurami, serta bunga kenanga sebagai ornamen utama pada batik Blitar.

Selain itu, batik khas Blitar juga kerap menambahkan beberapa ornamen pendukung sebagai pemanis. Tidak jauh dari kekayaan alam Blitar, ornamen pendukung yang ditampilkan biasanya didominasi tumbuh-tumbuhan. Mulai dari batang, daun, hingga motif bunga yang indah.

Anda juga bisa melihat isen-isen atau motif untuk memperindah kain batik. Umumnya, isen-isen memiliki bentuk yang sederhana dan berukuran kecil. Seperti misalnya isen cecek dan sawut.

Daya tarik batik Blitar tidak hanya sampai di situ saja. Setiap batik yang dihasilkan kerap menyimpan makna, harapan, dan nasihat kepada siapa saja untuk berperilaku baik.

Misal motif ikan koi yang memiliki arti kesuburan, kebahagian, serta keakraban dengan siapa saja. Tidak jarang juga batik Blitar menggunakan motif lumbu. Pemilihan motif lumbu pada batik diartikan kepemimpinan yang merakyat, layaknya pohon lumbu yang bisa bertahan hidup di mana saja.

Ternyata batik tak hanya sebuah kain, ya. Terdapat makna mendalam dari setiap corak yang ada. Apakah Anda punya koleksi batik Blitar?

Foto: Kompas.com/Asip Hasani

Terkini