ragam

Waspada Cacar Monyet! Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Menghindarinya

Selasa, 28 Juni 2022 | 22:23 WIB

Kabar BUMN -  Cacar monyet merupakan penyakit infeksi karena MPXV atau Monkeypox virus yang tergolong dalam Orthopoxvirus, cabang keluarga Poxviridae serupa dengan virus pemicu smallpox. Penyakit ini dapat menular melalui binatang dengan gejala lebih ringan.

Tahukah Anda bahwa cacar monyet pertama kali ditemukan di Denmark tahun 1958 saat dua wabah penyakit layaknya cacar berlangsung menginfeksi koloni kera peliharaan penelitian. Oleh karena itu, dinamakan Monkeypox. Pada tahun 1970, Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah menemukan gejala cacar monyet yang terdapat di manusia.

Saat itu, penelitian sedang mengupayakan intensif untuk menyembuhkan cacar. Kemudian, penyakit ini menjadi masalah kesehatan yang menimbukan perhatian global di tengah COVID-19 dan hepatitis. WHO mencatat, sebanyak 140 lebih kasus suspek yang terdeteksi di beberapa negara yaitu Eropa, Amerika, serta Oceania pada Mei 2022.

Cara Penularan Penyakit Cacar Monyet

Penularan virus ini dapat melalui hewan yang terinfeksi khususnya monyet serta hewan pengerat seperti tikus. Kebanyakan, penyakit ini menular lewat kontak dari kulit ke kulit atau dekat dengan yang mempunyai lesi karena virus. Periode inkubasi virus dari infeksi hingga munculnya gejala monkeypox lazimnya 6 hingga 16 hari. Namun, ada juga sekitar 5 sampai 21 hari.

Berikut adalah cara penularan dari penyakit cacar monyet:

  1. Bisa disebabkan karena kontak langsung seperti gigitan dan cakaran hewan yang terinfeksi,
  2. Mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi,
  3. Menyentuh barang atau benda yang terkontaminasi,
  4. Virus yang memasuki tubuh lewat saluran pernapasan, luka terbuka, hingga selaput lendir mata, mulut, atau hidung,
  5. Virus ini dapat menular dari manusia satu dengan lainnya lewat kontak langsung bahan lesi atau cairan tubuh, serta kontak tidak langsung melalui bahan lesi.

Gejala Penyakit Cacar Monyet

Gejala cacar monyet pada manusia seperti cacar biasa pada umumnya namun lebih cenderung ringan. Namun, terdapat perbedaan utama antara tanda-tanda cacar biasa dengan monkeypox. Perbedaannya yaitu adanya pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati.

Cara Menghindari Penyakit Cacar Monyet

Meski di Indonesia belum ada satupun penderita penyakit ini, tidak ada salahnya mencegahnya. Apabila penyakit ini terkena oleh anak-anak, justru dapat lebih parah karena daya tahan tubuh anak masih rentan. Oleh karena itu, harus melakukan pencegahan terhadap penyakit cacar monyet:

  1. Menghindari kontak bersama hewan yang berpotensi menjadi penyebar virus, khususnya hewan buas, primata, tikus, hewan sakit sampai hewan mati,
  2. Menghindari kontak fisik dengan orang terinfeksi cacar monyet ataupun barang dan benda yang terkontaminasi,
  3. Mengurangi konsumsi daging atau darah yang dimasak ala kadarnya, begitu juga dengan daging hasil buruan dari hewan liar,
  4. Selalu menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Tak hanya itu, biasakan mencuci tangan dengan baik setelah kontak bersama manusia maupun hewan terinfeksi,
  5. Gunakanlah APD atau alat pelindung diri ketika sedang merawat pengidap penyakit monkeybox.

Jika menemukan sejumlah tanda-tanda penyakit cacar monyet, khususnya setelah pergi liburan ke tempat yang terjangkit dengan penyakit ini, segeralah melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin. Anak-anak juga disarankan untuk vaksinasi cacar air.

Terkini