Air terjun ini menawarkan pemandangan unik dan instagramable, di mana airnya mengalir deras di atas batuan vulkanik yang tersusun rapi menyerupai anak tangga raksasa.
Baca Juga: Landscape Suluban Beach di Bali yang Eksotis, Tersembunyi di Balik Formasi Batu Kapur Alami
Pemandangan ini semakin memukau saat musim hujan, di mana debit airnya semakin deras dan mengalir penuh di setiap "anak tangga".
Namun, perlu diingat bahwa Air Terjun Kedung Kandang memiliki debit air yang bervariasi. Pada puncak kemarau, aliran airnya bisa surut bahkan menghilang.
Oleh karena itu, waktu terbaik untuk mengunjungi air terjun ini adalah saat musim hujan, di mana kamu dapat menikmati keindahannya secara maksimal.
3. Air Terjun Luweng Sampang, Gunungkidul
Terletak di Jalan Juminahan, Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Air Terjun Luweng Sampang memiliki ciri khas yang membedakannya dari air terjun lainnya.
Bebatuan cadas putih yang mengelilinginya menciptakan kontras yang indah dengan airnya yang jernih.
Keunikan lain dari air terjun ini adalah garis-garis alami pada bebatuannya, hasil ukiran erosi air selama bertahun-tahun.
Pemandangan ini semakin memukau karena Air Terjun Luweng Sampang diapit oleh dua bebatuan cadas yang kokoh, menambah kesan eksotis pada air terjun ini.
Bagi kamu yang ingin menikmati keindahan Air Terjun Luweng Sampang, waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim hujan.
Di saat ini, debit airnya lebih besar dan mengalir deras, menghasilkan pemandangan yang lebih dramatis. Namun, perlu diingat bahwa pada musim kemarau, debit airnya bisa surut bahkan menghilang.
Baca Juga: Tenggelam dalam Keindahan Tersembunyi Pantai Wonogoro, Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan