Layaknya desa di Korea di jaman dulu bangunan di Folk Village dibagi atas kelas sosialnya.
Ada rumah petani, tuan tanah, bangsawan, dan strata sosial lainnya. Bentuknya pun berbeda-beda.
Desa ini juga dilengkapi balai desa, pasar tradisional, dan taman.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Terbaik Menikmati Jajanan Kaki Lima di Seoul, Korea Selatan
Ada juga lahan pertanian seluas 13.223 meter persegi yang pengolahannya masih secara tradisional.
Paling tidak ada sekitar 100 hasil pertanian tradisional yang bisa ditemukan di Korean Folk Village.
Pada bulan-bulan tertentu diadakan pertunjukan seni tradisional mulai dari tarian, musik sampai parade.
Wisata kuliner
Selain wisata sejarah dan budaya, wisata kuliner termasuk favorit turis di Korean Folk Village.
Salah satu distrik di desa ini dikhususkan untuk wisata kuliner.
Ada tiga restoran yang hidangkan kuliner Korea, yaitu Korean House, Gilmokjib, dan Yangbanja.
Ada pula rumah teh tradisional di mana pengunjung bisa mempelajari upacara teh dan filosofinya.
Baca Juga: Rekomendasi Resto Halal di Seoul yang Wajib Dikunjungi Para Muslim Saat Wisata ke Korea Selatan
Lalu toko yang menjual ramuan tradisional dan toko yang menjual bahan-bahan masak tradisional.
Higlight di distrik ini adalah kesempatan mengikuti kelas memasak.