Sehingga pemerintah Hindia Belanda membangun gedung museum baru di tahun 1862.
Lokasinya di Koningsplein West atau sekarang diberi nama Jalan Medan Merdeka Barat.
Baca Juga: Wisata ke Museum Satriamandala, Jakarta, Belajar Sejarah Perjuangan Tentara Indonesia
Patung gajah dari Thailand
Museum Nasional Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Museum Gajah.
Dinamakan demikian karena di halaman depan museum ada patung gajah perunggu.
Patung gajah ini hadiah dari Raja Chulanlangkorn atau Rama V dari Thailand pada tahun 1871.
Patung ini berdiri tegak hingga sekarang dan jadi salah satu spot estetik di museum.
Tidak sedikit juga yang menyebut Museum Nasional Indonesia sebagai Gedung Arca.
Dinamakan demikian karena banyak koleksi arca yang disimpan di sini.
Salah satu koleksi arcanya yang terkenal adalah patung Dewa Siwa dari masa Hindu-Buddha.
Ada pula Arca Buddha dari abad 8- 11 dan relief Kalpawreksa dari Candi Gunung Gangsir di Jawa Timur.
Berbagai koleksi arca dan prasasti
Museum Nasional Indonesia menyimpan sekitar 160.000 koleksi yang terdiri dari arca kuno, prasasti, dan barang kerajinan.
Kategorinya etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah, buku langka, dan benda berharga.
Sayangnya, tahun 2013 ada empat artefak emas dari zaman Kerajaan Mataram Kuno abad 10 dicuri dari museum.