ragam

4 Stasiun Kereta Api di Solo, Infrastruktur Tua yang Umurnya Lebih dari 100 Tahun Tetapi Masih Cantik

Rabu, 30 Oktober 2024 | 08:30 WIB
Stasiun Solo Balapan didirikan tahun 1870 oleh NISM (Nederlandsch-Indiesche Spoorweg Maatschappij) dan diubah sedikit tahun 1927. (my30uplife.wordpress.com)

Kabar BUMN - Kalau ditanya nama stasiun kereta di Solo, jawaban kebanyakan orang sudah tentu Stasiun Solo Balapan.

Stasiun Solo Balapan memang paling populer, besar, dan tersibuk di Solo, meskipun usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Selain Stasiun Solo Balapan, di kota ini sebenarnya ada beberapa stasiun kereta lainnya.

Interiornya cantik dan menyimpan sejarah menarik untuk diulik.

Baca Juga: Liburan Bersama Keluarga di Solo: Rekomendasi Tempat-tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

1. Stasisun Solo balapan
Stasiun ini didirikan tahun 1870 oleh NISM (Nederlandsch-Indiesche Spoorweg Maatschappij).

Ini termasuk stasiun pertama yang didirikan di Pulau Jawa, setelah stasiun di Semarang.

Stasiun dibangun di kawasan Keraton Solo karena dinilai strategis dan banyak dilewati orang juga dekat alun-alun.

Stasiun dibangun dibekas lahan pacuan kuda milik Mangkunegaraan.

Baca Juga: 4 Kampung Unik di Solo dengan Latar Belakang dan Kisahnya Masing-masing

Karena itu juga dinamakan Stasiun Solo Balapan karena dengan tempat balapan atau pacuan kuda.

Stasiun ini sempat dirombak tahun 1927 dengan memberikan elemen Jawa pada desain arsitekturnya.

Karena umur tuanya, tahun 2013, Stasiun Solo Balapan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional pada tahun 2013.

Baca Juga: Cubic Infinity Room di Rasamadu Heritage Solo yang Sedang Viral Sudah Dibuka, Instagramable Banget!

Halaman:

Tags

Terkini